politik

Salam Tiga Jari, Ini Makna Simbol yang Digunakan Massa Demonstrasi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 05:10 WIB
Massa aksi mengacungkan tiga jari saat demonstrasi di kawasan Tugu Tani, Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026, sebagai simbol yang maknanya bergantung pada konteks aksi. (Sumber: Threads/ham**)

BerandaNews.Com — Simbol tiga jari atau three-finger salute kerap digunakan massa aksi demonstrasi sebagai tanda solidaritas dan perlawanan terhadap kekuasaan, dengan makna yang dapat berbeda sesuai konteks gerakan.

Gestur ini dilakukan dengan mengacungkan tiga jari, biasanya telunjuk, tengah, dan manis, sementara dua jari lainnya ditekuk atau dirapatkan.

Salah satu rujukan populernya berasal dari novel dan film The Hunger Games, sebelum simbol tersebut digunakan dalam berbagai gerakan pro-demokrasi di dunia nyata.

Arti Simbol Tiga Jari dalam The Hunger Games

Dalam cerita The Hunger Games, salam tiga jari muncul sebagai gestur penghormatan dari masyarakat Distrik 12 dan berkembang menjadi lambang solidaritas serta perlawanan terhadap pemerintahan otoriter Capitol.

Seiring perkembangan cerita, simbol itu tidak hanya menunjukkan penghormatan, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa masyarakat dapat bersatu menghadapi ketidakadilan.

Penggunaan simbol tersebut kemudian meluas ke luar dunia fiksi dan diadopsi oleh sejumlah kelompok demonstran dalam gerakan politik.

Dari Thailand hingga Aksi Demonstrasi Modern

Salam tiga jari menjadi simbol protes yang dikenal luas ketika digunakan demonstran di Thailand setelah kudeta militer pada Mei 2014.

Dalam konteks gerakan pro-demokrasi Thailand, simbol tersebut dikaitkan dengan tuntutan reformasi politik, perubahan konstitusi, dan penghentian intimidasi terhadap masyarakat.

Penelitian Jane Reynoaldo, Bambang Srigati, dan Mohammad Solihin yang terbit dalam Jurnal Komunikasi dan Media pada 2022 mengidentifikasi salam tiga jari sebagai simbol kebebasan dalam konteks demonstrasi pro-demokrasi Thailand.

Gestur serupa juga digunakan dalam gerakan pro-demokrasi di sejumlah negara lain, termasuk Myanmar dan Hong Kong, dengan konteks politik masing-masing.

Meski bentuknya sama, salam tiga jari tidak selalu memiliki satu arti yang berlaku universal bagi semua kelompok atau peserta aksi.

Maknanya perlu dibaca melalui tuntutan demonstrasi, pesan yang dibawa peserta, serta pernyataan pihak yang menggunakan simbol tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini