tekno

Jangan Abaikan Gejala Ini! 5 Tanda Mutlak CVT Motor Matic Anda Sudah Harus Ganti Baru

Selasa, 6 Oktober 2026 | 16:28 WIB
Ciri CVT Motor Matic harus ganti / Foto Promedia

BerandaNews.Com — Penggunaan motor matic sebagai moda transportasi harian menuntut para pemiliknya untuk lebih peka terhadap kondisi kendaraan, khususnya pada bagian penggerak utama. Sistem Continuously Variable Transmision (CVT) memegang peran vital dalam menyalurkan tenaga dari mesin menuju roda belakang.

Seiring pemakaian harian yang semakin intensif, komponen-komponen di dalam rumah CVT tentu akan mengalami keausan.

Berdasarkan panduan perawatan berkala dari pabrikan otomotif resmi, mengabaikan gejala kerusakan pada sektor ini tidak hanya menurunkan kenyamanan berkendara, tetapi juga berpotensi memicu kerusakan fatal di tengah jalan.

Agar tidak terjadi secara tiba-tiba atau biaya perbaikan yang membengkak, kenali beberapa ciri utama komponen CVT motor matic yang sudah waktunya diganti baru:

1. Muncul Suara Berisik atau Berdengung di Bagian Box CVT
Kondisi normal sebuah CVT seharusnya bekerja secara halus tanpa menimbulkan suara yang mengganggu.

Jika Anda mulai mendengarkan suara berdecit, berisik, atau dengung kasar saat mesin dinyalakan maupun ketika gas tuas ditarik, hal ini menandakan adanya intimidasi berlebih.

Suara tersebut biasanya berasal dari keausan pada v-belt yang mulai mengisi atau kampas kopling ganda yang sudah tipis.

2. Timbul Getaran Tidak Normal (Gredek) Saat Berakselerasi
Salah satu keluhan paling umum yang sering dirasakan pengendara motor matic adalah timbulnya getaran atau sentakan kasar (gredek) di area bodi tengah saat motor mulai berjalan dari posisi diam.

Gejala ini mengindikasikan bahwa kampas kopling sentrifugal atau mangkok kopling mengalami tumpukan kotoran, keausan, atau permukaannya sudah tidak rata sehingga cengkeramannya tidak optimal.

3. Akselerasi Terasa Tertahan dan Performa Loyo
Pernahkah Anda merasakan tarikan motor gas matic terasa berat, lambat merespons, atau ngempos saat mendahului kendaraan lain? Penurunan performa mesin secara drastis ini sering kali bersumber dari komponen roller yang sudah aus (peyang) atau v-belt yang mulai melar.

Ketika roller kehilangan bentuk aslinya, pergerakan sabuk di dalam pulley menjadi tidak maksimal dalam meneruskan perbandingan gigi secara otomatis.

4. V-Belt Mengalami Retak atau Terkelupas
Berdasarkan rekomendasi teknis pabrikan, pemeriksaan visual pada v-belt sangat krusial.

Jika saat dilakukan pembongkaran ditemukan bagian karet v-belt yang sudah diretak ulang, dipadatkan, atau bahkan terdapat serat benang di dalamnya yang mulai terburai, komponen ini wajib segera dipensiunkan.

Memaksakan memakai v-belt yang sudah berisiko tinggi membuat sabuk putus di tengah perjalanan.

Halaman:

Tags

Terkini