BerandaNews.Com — Demo 2 tahun Prabowo-Gibran di Yogyakarta berakhir ricuh di depan Gedung DPRD DIY, setelah terjadi bentrokan antara demonstran dan pihak di sekitar lokasi pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Kericuhan berlangsung hingga malam dan berakhir pada pembubaran massa serta pengamanan sejumlah peserta oleh polisi.
Sejumlah demonstran juga dilaporkan mengalami luka, sementara dugaan kekerasan aparat menjadi sorotan setelah aksi yang semula menyuarakan evaluasi pemerintahan tersebut memanas.
Sejumlah Peserta Diamankan, Demonstran Terluka
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol. Ihsan mengatakan polisi mengamankan sejumlah orang ketika situasi di lokasi pembekuan mulai tidak terkendali.
“Tujuannya untuk melindungi,” ujar Ihsan saat menjelaskan alasan petugas mengamankan peserta aksi dan pihak lain di sekitar lokasi.
Ihsan menyebut polisi masih mendalami kejadian yang terjadi serta mencatat orang-orang yang terluka dalam kericuhan tersebut.
Menurut keterangan kepolisian, sejumlah orang mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis, termasuk anggota yang bertugas.
Namun, laporan tim medis independen menyebutkan setidaknya enam demonstran terluka hingga pukul 18.00 WIB, dengan satu orang dibawa ke Rumah Sakit Bethesda.
Sejumlah peserta juga mengaku mengalami kekerasan fisik dan berpikir saat kericuhan; laporan tersebut belum semuanya mendapat penjelasan rinci dari kepolisian.
Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol. Ari Setyawan Wibowo mempersilakan peserta aksi yang merasa mengalami kekerasan untuk membuat laporan kepada polisi.
“Jika terjadi kekerasan yang dialami demonstran, kami mempersilakan dan menerima laporan secara terbuka,” kata Ari.
Dialog Buntu Sebelum Kericuhan Malam
Sebelum situasi memanas, perwakilan DPRD DIY sempat berdialog dengan mahasiswa untuk menampung aspirasi, namun pertemuan itu tidak menghasilkan kesepakatan.