BerandaNews.Com - Di jalan raya, keterlambatan sepersekian detik dalam melihat kendaraan lain bisa berakibat fatal. Namun ironisnya, salah satu perlengkapan keselamatan paling mendasar di kendaraan yakni kaca spion yang sering kali diatur secara keliru oleh pengemudi.
Banyak pengendara mobil maupun motor yang menganggap posisi spion yang ideal adalah ketika bagian bodi kendaraan sendiri terlihat jelas mendominasi sebagian kaca. Padahal, kebiasaan sepele ini justru menciptakan area blind spot (titik buta) yang sangat luas.
Secara insting, kita merasa aman jika masih bisa melihat gagang pintu atau bodi samping mobil di dalam cermin. Padahal, fungsi utama spion samping bukanlah untuk "mengavasi tubuh mobil sendiri", melainkan memperluas jangkauan pandangan ke area samping luar kendaraan.
Ketika sudut spion terlalu ke dalam (menghadap tubuh mobil), area yang seharusnya merekam keberadaan kendaraan lain di lajur sebelah malah tertutup oleh pantauan tubuh kendaraan itu sendiri.
Akibatnya, pengendara lain bisa tiba-tiba muncul tanpa terlihat di spion saat hendak berangkat lajur.
Untuk mengatasi masalah ini, badan keselamatan berkendara Amerika Serikat, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), memberikan panduan resmi dalam pedoman keselamatan mereka (Vehicle Blind Spots).
"Menyesuaikan spion sedikit lebih ke arah luar dari kendaraan memungkinkan Anda melihat lebih banyak bagian jalan raya. Maksimalkan visibilitas dengan pengaturan spion yang disempurnakan," tulis NHTSA dalam laman resminya yang diakses Selasa (13/10/2026).
Lalu, bagaimana cara praktis menerapkan pengaturan yang benar berdasarkan standar tersebut?
Untuk pengendara sisi Mobil
Condongkan kepala sedikit mendekati jendela pengemudi, lalu atur spion kiri/kanan luar hingga Anda hanya bisa melihat sedikit sekali (atau hampir tidak terlihat) bagian belakang bodi mobil Anda.
Cara ini membuat sudut pandang spion melebar keluar, sehingga kendaraan di lajur samping yang tadinya tak terlihat akan langsung terpantau.
Untuk Pengendara Motor
Posisikan tangkai atau mangkok spion sedemikian rupa agar bahu dan lengan Anda hanya memakan sebagian kecil sudut dalam cermin. Porsi cermin terbesar harus fokus menampilkan kondisi arus lalu lintas di belakang dan samping belakang motor Anda.
Memperbaiki sudut pandang spion memang membutuhkan sedikit waktu penyesuaian karena rasanya akan terlihat "asing" di awal.
Namun, perubahan kecil yang sering dianggap sepele ini terbukti ampuh memangkas titik buta secara signifikan, membuat perjalanan Anda jauh lebih aman dari risiko senggolan di jalan raya.***