Selasa, 13 Oktober 2026

Merek Oli Motor Berbeda, Apakah Spesifikasinya Bisa Sama? Ini Faktanya

Photo Author
Basran, Beranda-news.com
- Senin, 12 Oktober 2026 | 17:27 WIB
Sering Ganti Merek Oli Motor, Apakah Bisa Merusak Mesin?/foto NKRI24JAM
Sering Ganti Merek Oli Motor, Apakah Bisa Merusak Mesin?/foto NKRI24JAM

BerandaNews.Com - Mengganti merek oli mesin sepeda motor setiap kali servis tidak selalu berarti bisa merusak mesin. Namun, pemilik kendaraan tetap perlu memperhatikan spesifikasi pelumas yang digunakan agar sesuai dengan kebutuhan mesin. Sebab, setiap produk oli dapat memiliki tingkat kekentalan, standar kualitas, dan formulasi aditif yang berbeda.

Kebiasaan mencoba berbagai merek oli biasanya dilakukan karena ingin mencari pelumas yang membuat mesin lebih halus, tarikan terasa ringan, atau harganya lebih terjangkau. Ada pula pengendara yang mengganti merek karena produk sebelumnya sulit ditemukan. Meski demikian, keputusan memilih oli sebaiknya tidak hanya didasarkan pada merek atau pengalaman sesaat.

Perhatikan Spesifikasi, Bukan Hanya Merek
Shell Indonesia menjelaskan dalam artikel mengenai pencampuran oli berbeda merek bahwa setiap produk memiliki formulasi dan kandungan aditif tersendiri.

"Karena itu, kesamaan merek bukan satu-satunya faktor penentu, tetapi kesesuaian spesifikasi pelumas dengan kebutuhan mesin juga harus diperhatikan," tulis Shell di laman resminya yang diakses Senin (12/10/2026).

Hal pertama yang perlu diperiksa adalah tingkat kekentalan atau SAE, misalnya 10W-30 atau 10W-40. Angka tersebut berkaitan dengan karakteristik kekentalan oli pada kondisi suhu tertentu.

"Penggunaan oli dengan kekentalan yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan dapat memengaruhi kemampuan pelumas melindungi komponen mesin," tulis Shell lagi.

Selain SAE, perhatikan standar kualitas API serta klasifikasi JASO untuk sepeda motor. JASO MA atau MA2 umumnya berkaitan dengan kebutuhan kopling basah, sedangkan JASO MB lazim digunakan pada skuter dengan sistem kopling kering. Pemilihannya tetap harus mengikuti buku manual kendaraan.

Apakah Boleh Berpindah Merek Oli?

Berpindah dari satu merek oli ke merek lain saat penggantian berkala pada dasarnya dapat dilakukan selama produk pengganti memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan pabrikan.

Artinya, pemilik motor tidak harus selalu menggunakan merek yang sama jika tersedia alternatif dengan spesifikasi yang sesuai.

Namun, kondisi tersebut berbeda dengan mencampurkan dua jenis oli sekaligus di dalam mesin. Shell Indonesia mengingatkan bahwa perbedaan formulasi aditif dapat membuat hasil pencampuran sulit dipastikan.

Oleh karena itu, mencampur oli berbeda merek sebaiknya dihindari jika tidak ada petunjuk yang memastikan kompatibilitasnya.

Jika ingin mencoba produk baru, cara yang lebih tepat adalah mengganti oli lama sesuai prosedur, kemudian mengisi pelumas baru dengan jumlah dan spesifikasi yang benar.

Hindari menambahkan oli berbeda secara sembarangan hanya karena persediaan oli sebelumnya habis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Basran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X