Kamis, 8 Oktober 2026

Vietnam Naik Kelas, Bursa Indonesia Masih di Bawah Malaysia dan Thailand

Photo Author
Sudirman, S.Sos., Beranda-news.com
- Rabu, 7 Oktober 2026 | 10:55 WIB

Berandanews.Com — Vietnam kini sejajar dengan Indonesia dalam klasifikasi pasar saham FTSE Russell setelah naik dari kategori Frontier menjadi Secondary Emerging. Namun, kedua negara masih berada di bawah kategori Malaysia dan Thailand, sementara Singapura menempati kelompok Developed atau pasar maju.

Peta tersebut tercantum dalam laporan FTSE Equity Country Classification September 2026 Annual Announcement yang diterbitkan pada 6 Oktober 2026. FTSE Russell membagi pasar saham ke dalam empat kategori, yakni Developed, Advanced Emerging, Secondary Emerging, dan Frontier.

Kenaikan kelas Vietnam berlaku sejak 21 September 2026. Implementasinya dilakukan bertahap, diawali dengan porsi 10 persen, kemudian dilanjutkan dalam tiga tahap pada Maret, Juni, dan September 2027.

Baca Juga: Gempa M5,2 Lombok Barat Dirasakan Kuat di Mataram, BMKG Ungkap Pemicunya

Dengan perubahan tersebut, Vietnam masuk kelompok Secondary Emerging bersama Indonesia dan Filipina. Dalam kelompok yang sama juga terdapat China, India, Arab Saudi, serta Uni Emirat Arab.

Sementara itu, posisi Indonesia tidak berubah dalam tinjauan tahunan tersebut.

“Status Indonesia sebagai pasar Secondary Emerging tetap tidak berubah,” tulis FTSE Russell dalam laporan itu.

Baca Juga: BSU 2026 Rp900 Ribu Kapan Cair? Ini Jadwal dan Skema Pencairannya

Di kawasan ASEAN, Singapura berada dalam kategori tertinggi, yakni Developed. Negara tersebut satu kelompok dengan Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan Korea Selatan.

Malaysia dan Thailand berada pada kategori Advanced Emerging, satu tingkat di atas Secondary Emerging yang ditempati Indonesia. Kelompok Advanced Emerging juga mencakup Brasil, Meksiko, Afrika Selatan, dan Taiwan.

Baca Juga: Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tak Naik, ESDM Ungkap Kondisi Stok BBM Nasional

Klasifikasi tersebut menggambarkan pengelompokan pasar saham berdasarkan metodologi FTSE Russell. Dengan demikian, posisi negara dalam kelompok ini tidak sama dengan peringkat ukuran ekonominya.

Indonesia Tetap Dipantau

Meski mempertahankan status Indonesia, FTSE Russell masih memantau reformasi integritas pasar modal nasional. Perhatian itu berkaitan dengan transparansi data dan kemampuan investor mereplikasi indeks atau menyusun portofolio yang mengikuti indeks acuan.

“FTSE Russell terus memantau secara saksama reformasi integritas pasar modal di Indonesia,” tulis FTSE Russell dalam laporan tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Sudirman, S.Sos.

Tags

Terkini

Menuai Apresiasi, Mattirowalie Cup 1 Sukses Digelar

Rabu, 19 Oktober 2022 | 21:20 WIB

Harga Beras di Bulog Bulukumba Mengalami Kenaikan

Rabu, 21 September 2022 | 11:47 WIB
X