Investasi Telkomsel Dimulai Sejak 2020
Investasi Telkomsel di ekosistem Gojek bermula pada November 2020 melalui obligasi konversi senilai US$150 juta .
Pada Mei 2021, Telkomsel kembali menambah investasi sebesar US$300 juta , sehingga total dana yang ditanam mencapai US$450 juta .
Setelah proses konversi dan penyesuaian jumlah saham, kepemilikan Telkomsel tercatat sekitar 23,72 miliar saham , dengan estimasi harga perolehan sekitar Rp270 per saham.
Kronologi investasi tersebut sebelumnya diberitakan CNN Indonesia dan dimuat ulang di situs Universitas Narotama pada 30 Mei 2022.
Oleh karena itu, perhitungan dalam artikel ini menggunakan estimasi harga perolehan sekitar Rp270 per saham , bukan harga penawaran umum perdana (IPO) GOTO sebesar Rp338 per saham.
Telkomsel Sebut Investasi GOTO Bersifat Strategis
Di tengah tekanan harga saham GOTO, Telkomsel sebelumnya menegaskan bahwa investasinya di GOTO tidak semata-mata didasarkan pada pergerakan harga saham, tetapi juga mempertimbangkan manfaat strategi dari kemitraan kedua perusahaan.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel, Daru Mulyawan , dalam Public Expose Live pada 7 September 2026 mengatakan pergerakan saham GOTO merupakan bagian dari dinamika pasar dan tidak secara langsung merepresentasikan manfaat strategi dari kemitraan tersebut.
“Pergerakan saham GOTO mencerminkan dinamika pasar dan tidak mewakili manfaat strategi dari kemitraan tersebut.”
Daru juga menyatakan Telkomsel akan memberikan kinerja investasi dan realisasi sinergi secara disiplin. Keputusan investasi, menurutnya, akan didasarkan pada kajian menyeluruh serta prinsip tata kelola perusahaan.
Pernyataan tersebut disampaikan sebelum saham GOTO berada di level Rp30 pada perdagangan terbaru.
Bukan Sekadar Soal Harga Saham
Jika hanya dilihat dari harga pasar, penurunan GOTO memang menunjukkan tekanan yang signifikan terhadap nilai kepemilikan Telkomsel.
Dari estimasi nilai perolehan sekitar Rp6,4 triliun , nilai pasar kepemilikan tersebut pada harga Rp30 kini berada di kisaran Rp711,6 miliar .