Selasa, 6 Oktober 2026

Viral Supplier Kirim 280 Kg Ayam ke SPPG Pakai Mobil Bak Terbuka, Chef Kumink Singgung Aturan Cold Chain BGN yang Diabaikan

Photo Author
Sudirman, S.Sos., Beranda-news.com
- Senin, 5 Oktober 2026 | 19:41 WIB

Berandanews.Com- Sebuah video tentang cara supplier mengirim 280 kilogram daging ayam ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tengah viral di media sosial.

Video tersebut lantas mendapat respons dari Hendry Kumink atau yang biasa dikenal dengan Chef Kumink, influencer sekaligus chef profesional yang aktif dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Melalui unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya, Chef Kumink menyoroti beberapa hal mengenai cara pengiriman ayam hingga ke dapur MBG.

“Dengan adanya VT (video TikTok -red) itu seperti sedang membongkar kebobrokan suatu SPPG. Itu kalau ketahuan SPPG mana, habis itu,” ujar Chef Kumink dalam video yang diunggah di Instagram @hendry_kumink pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Baca Juga: BGN Ungkap Dugaan Setoran Yayasan kepada Mitra Dapur MBG, Mitra Bisa Ajukan Pergantian

“Dilihat dari supplier ini, ‘Day one’ artinya belum tahu regulasinya seperti apa, harus ngirimnya gimana, SOP segala macem enggak tahu. Namanya juga ‘Day one.’ Nah, yang harusnya memberi tahu adalah SPPG,” imbuhnya.

Ia juga menyebut bahwa menurut aturan dari Badan Gizi Nasional (BGN), ayam, ikan, dan lainnya yang merupakan sumber protein harusnya dalam keadaan beku atau setengah beku.

“Harusnya beku, jadi dimasukin boks styrofoam atau boks yang ada es batunya dan mobilnya yang tertutup. Iya itu ditutup terpal sih tapi yaudah dan sama abangnya ditaruh di lantai,” sambungnya.

Baca Juga: Yayasan Baroqatul Ummah Siap Penuhi Standar Demi Dukung Program MBG di Bulukumba

Dalam video itu terlihat pengantaran ayam menggunakan mobil terbuka dengan pembagian menggunakan kantong plastik, serta hanya ditutup menggunakan terpal.

Video tersebut juga menunjukkan saat di perjalanan pun sempat kehujanan.

“Dari terang ketemu gelap, udah berapa jam tuh? Bayangin. Ini ayam misal 3 jam, itu udah berkembang bakteri banyak. Pasti ayamnya juga dicuci, kalau airnya kurang bagus, itu ada bakteri E.coli, tercemar, dan ini yang bisa bikin orang sakit perut,” jelasnya.

Baca Juga: Program MBG Dibiayai APBN, DPRD Bulukumba Klarifikasi Isu Telur Tak Layak

Chef Kumink menyebut jika ada kontaminasi silang, bisa memunculkan toksin yang tetap berpotensi membuat keracunan karena meski telah dimasak, tetap aktif dan berbahaya.

“Itu bom waktu, bisa terjadi nanti. Gimana caranya tidak meledak? Ya harusnya makanan itu dijaga di rantai dingin, cold chain di bawah 5 derajat Celcius dari distribusi sampai mau di pengolahan nanti,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Sudirman, S.Sos.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X