regional

Program Z Coffee BAZNAS Bulukumba, Enam Mustahik Dibekali Skill dan Modal Usaha untuk Naik Kelas

Senin, 5 Oktober 2026 | 17:36 WIB

BULUKUMBA, BerandaNews.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bulukumba kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui Program Z Coffee BAZNAS, program pemberdayaan yang digagas BAZNAS Republik Indonesia

Melalui program tersebut, BAZNAS Kabupaten Bulukumba mendapat kesempatan memilih dan membina enam mustahik untuk mendapatkan dukungan pengembangan usaha di bidang kopi.

Ketua BAZNAS Kabupaten Bulukumba, H Kamaruddin, menjelaskan bahwa penetapan penerima manfaat dilakukan melalui proses asesmen dan seleksi.

Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan program diberikan kepada mustahik yang memiliki potensi, minat, serta kesiapan mengembangkan usaha di bidang coffee.

“Setelah melalui proses tersebut, terpilihlah enam mustahik sebagai penerima manfaat Program Z Coffee BAZNAS Kabupaten Bulukumba,” jelasnya.

Baca Juga: Jika Wartawan Disebut Nyawa Negara, Bagaimana Kondisi Mereka?

Tak berhenti pada pemberian bantuan, keenam mustahik juga mengikuti pelatihan selama tiga hari sebagai bagian dari proses pembekalan dan peningkatan kapasitas.

Waka II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Bulukumba, Yusuf Shandy, mengatakan pelatihan tersebut dirancang secara menyeluruh agar para mustahik memiliki kemampuan dasar dalam mengelola usaha coffee.

“Pelatihan tersebut dirancang untuk memberikan bekal secara menyeluruh, mulai dari pengenalan dan penggunaan peralatan, pengolahan bahan, teknik dasar pembuatan minuman kopi, hingga praktik dan teknis pengelolaan usaha coffee,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Kabupaten Bulukumba juga menggandeng muzaki prioritas BAZNAS yang memiliki pengalaman langsung di bidang usaha coffee untuk menjadi pendamping bagi para mustahik.

Baca Juga: Profil Jusuf Hamka alias Babah Alun, Pengusaha Jalan Tol yang Jadi Wantimpres

Pendamping tersebut adalah Owner Dafa Café & Space yang akrab disapa Kak Eqy.

Menurutnya, kolaborasi dengan pelaku usaha menjadi bagian penting dalam proses pemberdayaan. Para mustahik tidak hanya mendapatkan peralatan dan pelatihan, tetapi juga kesempatan belajar langsung dari pelaku usaha yang telah berpengalaman.

“Melalui pendampingan ini, diharapkan para mustahik mampu memahami tidak hanya bagaimana membuat produk coffee yang baik, tetapi juga memiliki wawasan mengenai standar pelayanan, konsistensi produk, pengelolaan usaha, hingga bagaimana membangun usaha agar dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya di Dafa Café & Space, Senin (5/10/2026).

Halaman:

Tags

Terkini

Ramadan dan Jihad yang Paling Sunyi

Sabtu, 7 Maret 2026 | 18:51 WIB

Bupati Andi Utta Serahkan 531 SK PPPK

Rabu, 16 November 2022 | 19:01 WIB