Minggu, 4 Oktober 2026

Jika Wartawan Disebut Nyawa Negara, Bagaimana Kondisi Mereka?

Photo Author
Basran, Beranda-news.com
- Sabtu, 3 Oktober 2026 | 20:06 WIB
Penulis: Agus Sulistriyono CEO Promedia Group
Penulis: Agus Sulistriyono CEO Promedia Group

OPINI | JAKARTA, BerandaNews.Com — Pernyataan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Syahganda Nainggolan, bahwa “wartawan itu nyawanya negara ini” menarik perhatian sekaligus patut diapresiasi.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Syahganda dipercaya Presiden Prabowo Subianto memimpin Bakom. Kalimatnya singkat, tetapi memiliki makna penting, terutama karena disampaikan oleh sosok yang kini berada pada posisi strategis dalam komunikasi pemerintah.

Saya sepakat dengan pernyataan tersebut.

Namun, ada pertanyaan yang layak diajukan: jika wartawan merupakan “nyawa negara ini”, bagaimana kondisi mereka yang selama ini menjalankan fungsi tersebut?

Ketika Industri Media Menghadapi Tekanan Ekonomi

Jawabannya mungkin belum menggembirakan.

Indonesia diperkirakan memiliki ratusan ribu wartawan yang bekerja di berbagai perusahaan dan organisasi media. Angka pastinya sulit diketahui karena struktur industri pers Indonesia sangat beragam dan terus berubah.

Yang lebih mudah terlihat adalah kondisi industri media yang menghadapi tekanan ekonomi.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah perusahaan media melakukan efisiensi dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada perusahaan media besar, tetapi juga ikut memengaruhi keberlangsungan wartawan dan pekerja pers.

Sebagian wartawan kemudian memilih bertahan dengan membangun media sendiri.

Perkembangan teknologi memang membuat proses mendirikan media menjadi jauh lebih mudah. Namun, mendirikan media dan membangun media yang sehat secara ekonomi adalah dua persoalan yang berbeda.

Media-media lokal tumbuh di berbagai kabupaten dan kota. Banyak di antaranya dikelola dengan sumber daya terbatas. Kondisi tersebut tentu berpengaruh terhadap kesejahteraan wartawan yang bekerja di dalamnya.

Tidak sedikit wartawan yang harus menjalankan tugas jurnalistik dengan dukungan fasilitas dan pendapatan yang terbatas.

Tuntutan Profesional Semakin Besar

Di sisi lain, tuntutan terhadap wartawan justru semakin besar.

Pers ditempatkan sebagai salah satu pilar penting demokrasi. Wartawan dituntut menjalankan fungsi kontrol sosial, melakukan verifikasi informasi, melawan penyebaran hoaks, menyuarakan kepentingan publik, serta bekerja berdasarkan kode etik jurnalistik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Basran

Sumber: Opini Agus Sulistriyono CEO PROMEDIA Group, Agus Sulistriyono CEO Promedia Group

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X