Minggu, 4 Oktober 2026

Profil Jusuf Hamka alias Babah Alun, Pengusaha Jalan Tol yang Jadi Wantimpres

Photo Author
Sudirman, S.Sos., Beranda-news.com
- Sabtu, 3 Oktober 2026 | 09:22 WIB

Jakarta. Berandanews.Com - Jusuf Hamka atau yang akrab disapa Babah Alun menjadi salah satu nama yang masuk dalam jajaran Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2026.

Pengusaha jalan tol tersebut mengungkap bahwa dirinya diminta langsung oleh Presiden Prabowo Subianto untuk membantu kerja Presiden.

Kabar tersebut disampaikan Jusuf Hamka menjelang pelantikan anggota Wantimpres di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026. Ia menceritakan dirinya mendapat telepon dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya pada Jumat pagi.

"Jam 6.35 (pagi), ditelepon Pak Seskab. Saya kaget. Saya cuma bilang alhamdulilah pak, negara mempercayai saya," kata Jusuf Hamka seperti dikutip ANTARA.

Baca Juga: Rocky Gerung Jadi Wantimpres, dari Pengkritik Pemerintah ke Lingkar Penasihat Presiden

Menurut Jusuf Hamka, Teddy kemudian menyampaikan bahwa permintaan tersebut datang dari Presiden Prabowo. Ia pun menyatakan kesediaannya untuk menjalankan tugas tersebut.

“Betul, Bapak Presiden minta,” ujar Jusuf Hamka saat menceritakan percakapannya dengan Seskab Teddy.

Jusuf Hamka dikenal luas sebagai pengusaha yang bergerak di sektor jalan tol. Selain aktivitas bisnis, namanya juga sering dikaitkan dengan kegiatan sosial dan pembangunan fasilitas keagamaan melalui Masjid Babah Alun.

Baca Juga: Suket SMA Gibran Disorot di MK, Ternyata Terbit Sejak Agustus 2019

Ia memiliki cita-cita yang membangun hingga 1.000 masjid di berbagai wilayah Indonesia. Nama Babah Alun sendiri juga melekat dengan perjalanan hidup Jusuf Hamka sebagai seorang muslim keturunan Tionghoa.

ANTARA mencatat, ia lahir dengan nama Josef Alun dan kemudian memeluk Islam pada tahun 1981 di bawah bimbingan Buya Hamka, yang menjadi ayah angkatnya.

Di luar dunia usaha dan kegiatan sosial, Jusuf Hamka sempat terjun ke dunia politik melalui Partai Golkar. Pada tahun 2024, ia menjadi salah satu tokoh yang dikaitkan dengan pencalonan kepala daerah sebelum kemudian mengundurkan diri dari kepengurusan partai dan pencalonan Pilkada.

Baca Juga: Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom, Ini Profil dan Latar Belakangnya

Dalam surat pengunduran dirinya, Jusuf Hamka menyebut ingin melanjutkan program Masjid Babah Alun di 38 provinsi dan kembali pada cita-citanya sebagai pekerja sosial. Ia juga menyebut faktor usia serta pertimbangan keluarga sebagai alasan pengunduran diri.

Kini, Jusuf Hamka kembali mendapat peran dalam pemerintahan setelah ditetapkan sebagai anggota Wantimpres.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Sudirman, S.Sos.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X