BULUKUMBA,Berandanews.Com — Pemerintah Desa Tamaona, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) pembahasan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026, Selasa (13/10/2026).
Dalam musyawarah tersebut, masyarakat mengusulkan agar pembangunan infrastruktur kembali menjadi prioritas. Salah satu yang menjadi perhatian ialah perbaikan jalan tani untuk memudahkan akses pengangkutan hasil pertanian.
Usulan ini muncul setelah pembangunan infrastruktur di Desa Tamaona mengalami keterbatasan selama kurang lebih dua tahun terakhir. Kondisi tersebut dipengaruhi pengurangan alokasi Dana Desa (DDS) dari pemerintah pusat.
Kepala Desa Tamaona, Bustan, mengatakan masyarakat menginginkan agar tambahan anggaran yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur.
"Pada Musdes, masyarakat menginginkan perbaikan jalan tani untuk mempermudah akses mengangkut hasil bumi. Ini diambil dari tambahan anggaran dari sumber dana ADD," kata Bustan.
Selain infrastruktur, Pemdes Tamaona juga mengalokasikan anggaran untuk sektor pendidikan, kesehatan, dan penanganan bencana alam.
Baca Juga: Kemarau Mengganas, Padi di Desa Tamaona Terancam Gagal Panen
Menurut Bustan, anggaran Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya turut dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat di sektor tersebut.
Perhatian terhadap penanganan bencana juga menjadi penting, terutama di tengah musim kemarau yang berpotensi memicu kebakaran.
"Selain infrastruktur, kami juga sisipkan anggaran SiLPA tahun lalu untuk pendidikan dan kesehatan, serta penanganan bencana alam, di mana yang baru ini ada warga rumahnya hangus dilalap si jago merah," kata Bustan.
Ia berharap perubahan APBDes tersebut dapat menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses jalan tani serta mendukung pelayanan dasar dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Baca Juga: Warga Desa Tamaona Tetap Rawat Budaya Gotong Royong, Rintis Jalan Tani Secara Swadaya
Musdes tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tamaona, Sulaeman. Kegiatan ini juga dihadiri pendamping desa dan Bintara Pembina Desa (Babinsa).
Melalui musyawarah ini, pemerintah desa bersama masyarakat membahas arah penggunaan anggaran agar pelaksanaan pembangunan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas desa.