BULUKUMBA, Berandanews.Com — Forum BUMDes Kecamatan Kindang turut ambil bagian dalam Jambore Pelayanan Publik Kecamatan Kindang yang digelar pada 23–24 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi BUMDes dari sejumlah desa di Kecamatan Kindang untuk memperkenalkan sekaligus memamerkan berbagai produk unggulan masing-masing desa kepada masyarakat.
Tenaga Ahli P3MD Kabupaten Bulukumba, Nandar, mengatakan kehadiran Forum BUMDes dalam Jambore Pelayanan Publik tidak hanya sebagai ajang promosi produk, tetapi juga menjadi momentum memperluas jaringan pemasaran.
Menurutnya, BUMDes perlu membangun kerja sama pemasaran dengan masyarakat maupun pelaku ekonomi dan UMKM lainnya.
“BUMDes harus hadir dan mampu menjadi penggerak ekonomi desa. Produk yang dihasilkan harus memiliki pasar yang jelas dan bisa dikembangkan melalui kerja sama dengan masyarakat maupun pelaku UMKM,” kata Nandar.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat melihat secara langsung beragam produk yang dihasilkan BUMDes dari berbagai desa di Kecamatan Kindang.
Produk yang ditampilkan antara lain beras dari BUMDes Desa Oro Gading, telur puyuh dari Desa Garuntungan, produk sembako dari Desa Kindang, madu dari Desa Balibo, serta produk semangka dari Desa Sopa.
Selain itu, Desa Kahayya menampilkan produk pertanian, Desa Mattirowalie menghadirkan ayam kampung, Desa Benteng Palioi menampilkan kolang-kaling, sedangkan Desa Tamaona dan Desa Sipaenre turut memamerkan produk beras.
Nandar menjelaskan, keberadaan BUMDes mengalami perkembangan setelah adanya program ketahanan pangan. Kondisi tersebut turut mendorong peningkatan aktivitas dan kepercayaan masyarakat terhadap BUMDes.
Namun, menurutnya, pengembangan BUMDes masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam aspek akuntabilitas pengelolaan usaha, pemasaran, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas pengurus hingga potensi intervensi negatif.
Karena itu, BUMDes dinilai perlu memiliki struktur permodalan yang kuat agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“BUMDes harus memiliki struktur permodalan yang kuat. Kepercayaan masyarakat juga harus terus dijaga melalui pengelolaan usaha yang transparan dan akuntabel,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pengurus BUMDes secara mandiri. Pengurus diharapkan aktif membangun jejaring usaha, memperluas pasar dan menciptakan inovasi sesuai potensi masing-masing desa.
Di sisi lain, pemerintah daerah dinilai memiliki peran penting dalam memfasilitasi penguatan BUMDes, termasuk membuka akses pemasaran, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan dukungan terhadap pengembangan usaha.
Kecamatan Kindang sendiri memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, mulai dari hasil pertanian, perkebunan hingga potensi wisata alam dan agrowisata.
Sejumlah BUMDes seperti di Kahayya, Kindang, Garuntungan dan Mattirowalie dinilai memiliki peluang untuk terus berkembang dengan mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki masing-masing desa.
Nandar berharap pemerintah desa turut memberikan dukungan apabila melihat potensi usaha BUMDes yang besar, termasuk melalui penguatan permodalan sesuai kebutuhan dan kemampuan desa.
“Kalau potensi BUMDes besar, tentu perlu ada dukungan permodalan. Harapannya pengelola terus meningkatkan kapasitas secara mandiri, memperkuat jejaring, sementara pemerintah daerah juga menunjukkan keberpihakan yang kuat terhadap pengembangan BUMDes,” pungkasnya.