BULUKUMBA,Beranda.News – Di tengah arus modernisasi yang kian mengikis budaya kebersamaan, semangat gotong royong masih tetap terjaga di Desa Tamaona, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba.
Puluhan warga di Dusun Galung Lohe, Kamis (30/7/2026), bahu-membahu melakukan perintisan jalan tani di kawasan Buhu Banden. Jalan tersebut dirintis untuk mempermudah akses masyarakat dalam mengangkut hasil pertanian dari kebun menuju permukiman.
Dengan membawa alat seadanya, warga tampak antusias membuka akses jalan yang selama ini dinilai cukup menyulitkan, terutama saat musim panen.
Kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat menjadi bukti bahwa nilai-nilai gotong royong masih hidup dan terus diwariskan di tengah masyarakat pedesaan.
Kepala Dusun Galung Lohe, Edianto, mengatakan perintisan jalan tani tersebut merupakan usulan masyarakat yang kemudian dikerjakan secara swadaya tanpa mengandalkan bantuan pihak lain.
"Ini usulan masyarakat. Mereka ingin bergotong royong untuk merajut kebersamaan. Kegiatan ini murni swadaya masyarakat, dan insya Allah semangat seperti ini akan terus kami lakukan," ujar Edianto.
Menurutnya, keberadaan jalan tani sangat penting bagi warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Selain mempersingkat waktu tempuh, akses jalan yang memadai juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan memperlancar distribusi hasil bumi.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Dusun Galung Lohe, menjadi potret nyata kehidupan masyarakat Desa Tamaona yang masih menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Di saat banyak daerah mulai meninggalkan tradisi tersebut, warga Tamaona justru membuktikan bahwa gotong royong tetap menjadi perekat sosial yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Perintisan jalan tani di Buhu Banden ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membuka akses yang lebih baik bagi para petani, sekaligus menjadi inspirasi bahwa pembangunan tidak selalu bergantung pada pemerintah, tetapi juga dapat lahir dari kepedulian dan kebersamaan masyarakat.