tekno

BYD Atto 1 Terbaru Dibekali Motor 127 HP dan Opsi LiDAR, Harga Masih Misteri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:05 WIB
BYD Atto 1 Generasi Kedua Mulai Bisa Dipesan/Foto CarNewsChina

BerandaNews.Com – BYD mulai membuka pemesanan awal untuk Seagull generasi kedua di China. Mobil listrik mungil yang dikenal sebagai BYD Atto 1 di Indonesia ini mendapatkan sejumlah pembaruan, mulai dari dimensi bodi yang lebih besar, motor listrik lebih bertenaga, hingga tambahan ruang penyimpanan.

Mengutip laporan CarNewsChina yang tayang pada 9 Oktober 2026, calon konsumen di China sudah dapat melakukan reservasi melalui aplikasi resmi BYD.

Uang tanda jadi yang diminta mencapai 2.000 yuan atau sekitar Rp5 jutaan. Meski demikian, harga resmi generasi terbaru ini belum diumumkan oleh pabrikan.

“Uang tanda jadi itu digunakan untuk menunjukkan minat konsumen dan bukan merupakan kontrak pembelian final. Konsumen juga masih dapat mengubah konfigurasi kendaraan setelah peluncuran resmi, sementara uang tanda jadi bisa dikembalikan sebelum pesanan dikunci,” tulis laporan CarNewsChina yang diakses Selasa (13/10/2026).

Dimensi Lebih Besar, Kabin Tetap Lima Penumpang
BYD Atto 1 generasi kedua mengalami perubahan dimensi yang cukup signifikan. Mobil ini memiliki panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm, serta jarak sumbu roda 2.650 mm.

Dibandingkan generasi sebelumnya, panjang bodi bertambah sekitar 425 mm. Perubahan ini membuat proporsi kendaraan menjadi lebih besar dan berpotensi memberikan ruang kabin yang lebih lega untuk menunjang mobilitas sehari-hari.

Mobil listrik ini tetap mengusung konfigurasi lima penumpang. Kapasitas bagasi belakang dapat diperluas hingga 1.380 liter ketika kursi baris kedua dilipat.

Selain itu, tersedia ruang penyimpanan tambahan di bagian depan dengan kapasitas 94 liter.

Motor Listrik 127 HP, Jarak Tempuh 420 Km
Pada sektor penggerak, BYD Seagull generasi kedua menggunakan motor listrik bertenaga 95 kW atau setara 127 hp. Berbeda dari model sebelumnya, generasi terbaru ini menggunakan sistem penggerak roda belakang.

Untuk sumber energi, tersedia dua pilihan baterai berkapasitas 30 kWh dan 39,2 kWh. Berdasarkan metode pengujian CLTC, jarak tempuh yang diklaim mencapai 320 km hingga 420 km, tergantung varian yang dipilih.

Perkiraan jarak tempuh berdasarkan standar WLTP sekitar 262 km hingga 344 km. Perbedaan angka tersebut dipengaruhi metode pengujian yang digunakan, sehingga hasilnya tidak bisa dibandingkan secara langsung tanpa memperhatikan standar pengukurannya.

Teknologi pengisian daya cepat turut menjadi perhatian. Model ini diperkirakan mendukung pengisian baterai dari 10 persen hingga 97 persen dalam waktu sekitar sembilan menit. Kemampuan tersebut tetap perlu merujuk pada spesifikasi final yang diumumkan untuk masing-masing varian.

Dibekali Opsi Teknologi LiDAR
Pembaruan lainnya adalah opsi sensor LiDAR yang dipasang di bagian atap. Perangkat tersebut berkaitan dengan sistem bantuan pengemudi DiPilot 300, yang juga dikenal sebagai God's Eye B di China.

Teknologi ini berpotensi meningkatkan kemampuan sistem bantuan berkendara pada varian tertentu. Namun, ketersediaan fitur tersebut tetap bergantung pada konfigurasi kendaraan yang ditawarkan oleh BYD.

Halaman:

Tags

Terkini