Jakarta,Berandanews.Com– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil aparatur sipil negara (ASN) Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan, Ahmad Dedi alias Dedi Congor.
Pemanggilan tersebut dilakukan untuk pemeriksaan dalam pengembangan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait Bea dan Cukai.
Juru bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan pemeriksaan terhadap Dedi.
Baca Juga: Wakil Ketua KPK Sebut Dana Korupsi Banyak Mengalir Ke cewek Bening -Bening
Namun, KPK belum mengungkap secara rinci materi yang akan didalami penyidik maupun kapasitas Dedi dalam pemeriksaan tersebut.
“Pemeriksaan pihak terkait dalam pengembangan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait dengan Bea dan Cukai di Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC). Atas nama AD, ASN di Ditjen Bea Cukai Kemenkeu,” ujar Budi Prasetyo kepada awak media, Jumat (9/10/2026).
Baca Juga: Bikin Deg-degan! Veda Ega Pratama Lolos ke Q2 Moto3 Mandalika
Pemeriksaan terhadap Dedi berlangsung di Gedung Merah Putih KPK. Penyidik masih mendalami informasi yang berkaitan dengan perkara tersebut dalam rangka pengembangan penyidikan.
“Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK,” jelas Budi.
Pemanggilan kali ini bukan yang pertama. Sebelumnya, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Dedi pada Selasa (29/9/2026). Namun, ketika itu Dedi tidak hadir memenuhi panggilan penyidik.
Baca Juga: Satlantas Bulukumba Edukasi Warga dan Bagikan Sembako
Dedi diketahui pernah diperiksa KPK pada Mei 2026. Namanya juga sempat muncul dalam persidangan sebagai saksi dalam perkara suap yang berkaitan dengan Bea Cukai.
Dalam putusan terhadap tiga terdakwa kasus suap Bea Cukai, nama Dedi turut disebut oleh majelis hakim.
Berdasarkan materi sumber, hakim menyebut Dedi menerima uang sebesar Rp30 miliar dari bos perusahaan importir PT Blueray Cargo, John Field (JF).
Di luar perkara yang tengah dikembangkan KPK, Dedi juga telah berstatus tersangka dalam perkara yang ditangani Kortas Tipikor Polri. Dalam perkara tersebut, ia dijerat dengan sangkaan gratifikasi.
Artikel Terkait
Kronologi Turis Indonesia Viral di Nara Park Jepang, Terciduk Kamera Diduga Sedang Beri Plastik ke Rusa
Buntut Putusan MK soal Pendidikan Gibran, PDI-P Buka Peluang Pansus hingga Hak Angket
15 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang, Polisi Bicara Penyebabnya
Cerita Penumpang Jadi Korban Pesawat Delay usai Kabut Asap Pekat Selimuti Palembang: Semua Ruang Tunggu sampai Resto Full
Bukan Cuma Atur Lalu Lintas, Aiptu Usman Ikut Sapu Sampah Bersama Warga
Festival Pinisi 2026 Siap Digelar, Angkat Budaya Maritim dan Dorong Ekonomi Pariwisata Bulukumba
Satlantas Bulukumba Edukasi Warga dan Bagikan Sembako
Perkuat Sinergi Media, BRI dan Promedia Grup Berkolaborasi Jaga Reputasi dan Edukasi Publik
Bikin Deg-degan! Veda Ega Pratama Lolos ke Q2 Moto3 Mandalika
Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Siaga, Badan Geologi Larang Aktivitas dalam Radius 5 Km