BULUKUMBA,Beranda.News— Pekerjaan preservasi Jalan Ruas Bontomanai–Kindang di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, kembali menjadi sorotan. Proyek bernilai puluhan miliar rupiah itu disebut warga telah terhenti total selama hampir dua bulan.
Proyek tersebut merupakan paket preservasi Jalan Bontomanai–Kindang Multi Years Contract (MYC) dengan nomor kontrak HK.02.01/PPK 1.2 SULSEL/APBN-IJD/2025/4, dengan nilai kontrak sebesar Rp46.804.873.518.
Warga mengeluhkan kondisi pekerjaan yang hingga kini belum kembali dilanjutkan. Padahal, sejumlah bagian ruas jalan masih belum terselesaikan.
Salah seorang warga, Iwan, mengatakan penghentian pekerjaan awalnya terjadi secara bertahap. Namun, belakangan aktivitas proyek berhenti total.
"Sudah dua bulanan terhenti total. Sebelumnya terhenti sedikit-sedikit hingga tidak dilanjutkan pekerjaan," kata Iwan.
Menurutnya, pekerjaan tersebut seharusnya telah memasuki tahap penyelesaian pada Agustus 2026 sesuai masa kontrak yang diketahui masyarakat.
"Sudah lewat kontrak pekerjaannya. Harusnya pekerjaan tuntas bulan Agustus kemarin sesuai kontrak pekerjaan," ujarnya.Rabu,2/9/2026
Iwan menyebut pekerjaan yang masih tersisa diperkirakan mencapai sekitar 8 kilometer.
Upah Pekerja Disebut Tertunggak Lima Bulan
Tak hanya persoalan pekerjaan yang terhenti. Sejumlah pekerja juga mengeluhkan pembayaran upah yang disebut belum diselesaikan.
Salah seorang pekerja, Makmur, mengaku upahnya belum dibayarkan selama lima bulan.
"Sudah lima bulan tidak dibayar gaji, padahal itu sangat dibutuhkan keluarga kami," keluh Makmur.
Keluhan serupa datang dari pengangkut material. Ikka, salah seorang sopir mobil pengangkut material, mengaku pembayaran sewa kendaraan yang digunakan untuk mendukung pekerjaan proyek tersebut hingga kini belum dilunasi.
"Nda tahu bagaimana ini pembayaran material, hingga kini belum dilunasi pembayaran sewa mobil angkut material," katanya.
Kondisi tersebut menambah persoalan di tengah mandeknya pekerjaan proyek. Di lokasi, aktivitas pekerjaan disebut nyaris tidak terlihat, sementara sejumlah ruas jalan masih dalam kondisi rusak dan berdebu.
Warga berharap pihak terkait segera memberikan kepastian mengenai kelanjutan proyek, termasuk kejelasan penyelesaian pekerjaan, pembayaran hak pekerja, serta kewajiban kepada pihak yang telah mendukung pekerjaan proyek.
PU Bulukumba: Masih Tunggu Petunjuk Kementerian
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bulukumba, Muhammad Zain, S.T., M.M., mengatakan pihaknya masih menunggu petunjuk dari kementerian terkait kelanjutan pekerjaan tersebut.
Ia membenarkan bahwa penyelesaian pekerjaan ruas Jalan Bontomanai–Kindang ditargetkan pada Agustus 2026.
"Masih menunggu petunjuk dari kementerian. Janjinya dulu bulan 8 dilanjutkan, tapi ternyata sampai sekarang belum juga," kata Muhammad Zain.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan pekerjaan akan kembali berjalan dan menyelesaikan sisa ruas jalan yang belum dikerjakan.
Warga pun meminta pemerintah dan pihak terkait tidak membiarkan proyek bernilai puluhan miliar rupiah tersebut berlarut-larut tanpa kejelasan.