BULUKUMBA, Berandanews.Com —Usaha rumahan, Donat Gadisha milik Riskawati kini menjadi salah satu kuliner yang ramai diburu pelanggan di Kabupaten Bulukumba. Tekstur donat yang lembut dengan pilihan topping dan isian yang beragam membuat produk tersebut semakin dikenal dan diminati.
Donat Gadisha dikelola langsung oleh Riskawati, seorang ibu rumah tangga sekaligus lulusan kebidanan. Meski memiliki latar belakang pendidikan di bidang kesehatan, Riskawati tidak gengsi menekuni usaha kuliner dan memilih mengembangkan keterampilannya dalam membuat donat.
Keunikan Donat Gadisha terletak pada teksturnya yang lembut serta pilihan topping dan isian yang beragam. Tidak hanya tampil menarik dari luar, bagian dalam donat juga menawarkan berbagai varian rasa yang membuat pelanggan kembali melakukan pemesanan.
Baca Juga: Atlet HARLES-47 Juara 1 Turnamen Domino Kadin Bulukumba
Harga yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp70 ribu per box, tergantung varian yang dipilih. Bagi pelanggan, harga tersebut dinilai sebanding dengan rasa dan kualitas donat yang disajikan.
Donat Gadisha beralamat di kawasan BTN Kunimoto, Desa Taccorong, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, tepatnya di depan lapas Bulukumba.
Produk ini disebut cocok disantap saat bersantai maupun dibawa bepergian karena dapat bertahan cukup lama tanpa mengubah cita rasanya.
Baca Juga: ICCN Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Daerah
Menurut Riskawati, permintaan terhadap Donat Gadisha cukup tinggi. Dalam sehari, penjualannya bisa mencapai sekitar 50 box. Bahkan, tingginya permintaan membuat sebagian pelanggan harus kecewa karena tidak kebagian.
“Saya terbatas membuat donat, jadi siapa cepat pesan itu yang kami layani. Biasanya satu hari sebelumnya orang sudah pesan. Yang mampu kami layani, karena sendiri yang bikin. Jadi terbatas yang bisa dibuat,” katanya, Kamis,1/10/2026
Kondisi tersebut membuat Riskawati sempat mempertimbangkan untuk merekrut tenaga tambahan. Namun, proses pembuatan donat yang membutuhkan keterampilan khusus membuat rencana tersebut belum mudah direalisasikan.
“Mungkin sudah ada pelanggan yang pernah kecewa jika pesan dan donatnya habis. Sempat berpikir ingin rekrut karyawan, cuman sama saja karena mereka tidak tahu resep buat donat. Malah menyita waktu kalau mau lagi diajari,” ujarnya.
Baca Juga: Jambore Pelayanan Publik Kindang, BUMDes Pamerkan Produk Unggulan Desa
Riskawati mengaku tidak pernah merasa gengsi menjalankan usaha tersebut meski dirinya merupakan lulusan kebidanan. Baginya, membuat donat bukan sekadar pekerjaan, tetapi memiliki seni tersendiri dan memberikan kesenangan.
“Mungkin takdir saya jadi pembuat donat dan Allah tunjukkan usaha sendiri tanpa harus diperintah. Karena saya ini banyak habiskan uang kuliah, toh akhirnya pembuat donat. Tapi itu tidak buat saya gengsi, malah buat saya semangat,” ujarnya.
Artikel Terkait
Jumat Berkah, Polres Bulukumba Bagikan Makanan Gratis
RKPDesa Tamaona 2027 Resmi Ditetapkan, Program Prioritas Siap Masuk APBDes
Residivis Narkoba DPO Tewas Usai Dilumpuhkan di Bulukumba, Polda Sulsel Beberkan Kronologi
ICCN Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Daerah
Lapas Cibinong Disorot: Jalur Tak Berpagar hingga 2 Mobil Mewah
DPK KNPI Bontobahari Resmi Dilantik, Pemuda Didorong Jadi Motor Pembangunan Daerah
BAZNAS Bulukumba Perkuat Ekonomi Mustahik Lewat Program Z-Mart
Polisi Hibahkan Tanah, Buka Jalan Tani 500 Meter untuk Cegah Petani Kehilangan Motor
Rp2,7 Miliar Digelontorkan, Wabup dan Inspektorat Cek Progres Rumah Sehat BAZNAS Bulukumba
Curnak di Herlang Terbongkar, Resmob Bekuk Terduga Pelaku dan Amankan 2 Sapi