Kamis, 15 Oktober 2026

KM Ferona Tenggelam di Labuan Bajo, Begini Kronologi dan Cerita Nakhoda Kapal saat Selamatkan Penumpang

Photo Author
Basran, Beranda-news.com
- Kamis, 15 Oktober 2026 | 01:02 WIB
Proses evakuasi KM Ferona yang tenggelam di Labuan Bajo, NTT (Kantor SAR Maumere)
Proses evakuasi KM Ferona yang tenggelam di Labuan Bajo, NTT (Kantor SAR Maumere)

BerandaNews.Com - Kapal wisata KM Feronia tenggelam di perairan Pulau Tatawa, kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, 13 Oktober 2026 pukul sekitar 15.02 Wita.

KM Feronia merupakan kapal wisata tradisional jenis pinisi yang saat kejadian, membawa 30 orang terdiri dari 5 anak buah kapal (ABK) dan 25 penumpang.

Sebanyak 29 orang berhasil dievakuasi, sedangkan satu penumpang perempuan bernama Veronica Beatrix Jessica (23) masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Baca Juga: Festival Pinisi 2026 Siap Digelar, Angkat Budaya Maritim dan Dorong Ekonomi Pariwisata Bulukumba

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere, Fathur Rahman, menjelaskan bahwa tim SAR menerima laporan kecelakaan pelayaran melalui Pos SAR Manggarai Barat dan langsung bergerak ke lokasi untuk mengevakuasi penumpang serta awak kapal.

Pencarian pada korban hilang berlanjut di hari kedua, Rabu, 14 Oktober 2026 dengan menerjunkan 63 personel penyelamat dari berbagai unsur.

“Selain penyusiran di permukaan laut, tim juga merencanakan penyelaman untuk mendukung upaya pencarian terhadap satu orang yang masih dalam pencarian,” ujar Fathur kepada awak media pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Baca Juga: BTN Housingpreneur Batch 3 di ITB, Dorong Anak Muda Bandung Lahirkan Inovasi Perumahan

Dalam proses pencarian di hari pertama, Fatrhur mengungkapkan keberhasilannya pada 29 orang.

“Hingga pukul 18.00 Wita, sebanyak 29 orang telah berhasil dievakuasi, sementara 1 orang penumpang atas nama Veronica Beatrix Jessica, berusia 23 tahun, warga negara Indonesia, masih dalam pencarian,” ujar Fathur dalam keterangannya yang diunggah di Instagram @kantorsar_maumere pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, proses pencarian pada hari pertama menghadapi sejumlah kendala, terutama arus laut dan batasan jarak pandang.

Berdasarkan informasi awal dari Kantor SAR Maumere, KM Feronia bertolak dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo menuju Dermaga Pulau Rinca sekitar pukul 08.00 Wita.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 14.30 Wita ketika kapal melintasi perairan Pulau Tatawa yang diketahui memiliki arus laut kuat dan kapal dilaporkan miring, terbalik, dan akhirnya tenggelam.

Nakhoda KM Feronia, Isran, mengungkapkan bahwa kapal diduga terbalik setelah dihantam arus laut yang kuat dari sisi kiri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Basran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X