JAKARTA,Berandanews.Com – Penguatan perlindungan hak cipta karya jurnalistik dalam revisi Undang-Undang Hak Cipta dinilai menjadi peluang bagi media daerah untuk mendapatkan penghargaan yang lebih adil atas hasil kerja jurnalistiknya.
CEO Promedia Group, Agus Sulistriyono, menyambut baik upaya penguatan perlindungan tersebut. Menurutnya, karya jurnalistik tidak hanya berupa foto dan video, tetapi juga mencakup berita teks yang dihasilkan melalui proses peliputan, verifikasi, dan penyuntingan oleh redaksi.
Agus menilai, selama ini media mengeluarkan biaya, tenaga, dan waktu untuk menghasilkan berita. Namun, karya yang telah dipublikasikan dapat diambil dan dimanfaatkan pihak lain dalam waktu singkat untuk mendatangkan trafik serta pendapatan iklan.
“Yang bekerja keras belum tentu menikmati hasilnya. Yang mengambil justru bisa memperoleh keuntungan lebih besar,” demikian pandangan Agus mengenai pentingnya perlindungan hak ekonomi karya jurnalistik.
Ia menegaskan, penggunaan karya jurnalistik untuk kepentingan komersial perlu memiliki aturan yang jelas, termasuk mengenai izin, kerja sama, dan pemberdayaan yang adil. Semangat tersebut juga sejalan dengan usulan Dewan Pers dalam pembahasan revisi RUU Hak Cipta.
Meski demikian, Agus menekankan bahwa aturan perlindungan hak cipta harus tetap memberikan ruang bagi keterbukaan informasi publik. Menurutnya, setiap media tetap memiliki hak untuk meliput peristiwa yang sama, tetapi perlu ada pembedaan antara peliputan mandiri, pengutipan yang wajar, dan pengambilan karya pihak lain untuk kepentingan komersial.
Promedia Menyiapkan Dukungan Liputan Nasional
Menyanggapi kekhawatiran media daerah terkait kebutuhan berita nasional, Agus memastikan Promedia Group akan memperkuat kolaborasi antarmitra melalui sistem produksi konten bersama.
Ia mengatakan, media daerah sebaiknya tetap fokus pada peliputan di wilayah masing-masing, mulai dari pelayanan publik, ekonomi lokal, pendidikan, hingga berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Untuk memenuhi kebutuhan berita nasional, Promedia berencana menyiapkan tim liputan bersama di Jakarta. Tim tersebut akan meliput aktivitas pemerintah pusat, kementerian, lembaga tinggi negara, serta berbagai agenda penting lainnya.
Dengan pola kerja tersebut, mitra media daerah diharapkan dapat memperoleh pasokan berita nasional tanpa harus menanggung sendiri seluruh biaya peliputan di ibu kota.
Selain itu, Promedia Group berencana membangun kantor berita sendiri untuk memenuhi kebutuhan konten di seluruh ekosistemnya. Strategi produksi dan distribusi konten tersebut ditargetkan mulai diterapkan pada awal 2027.
Agus memastikan, pasokan konten hasil liputan nasional akan diberikan secara gratis khusus bagi mitra Promedia Group.
Website dan Dukungan Bisnis Gratis bagi Mitra
Tidak hanya menyediakan dukungan konten, Promedia Group juga membuka kesempatan bagi pelaku media yang ingin membangun maupun mengembangkan media daerah.
Dalam skema kemitraannya, Promedia memberikan fasilitas pembuatan website, biaya server, dan pemeliharaan teknis secara gratis. Mitra juga mendapatkan bantuan dalam mencari iklan serta membuka peluang kerja sama bisnis.
Dukungan tersebut diharapkan membuat pengelola media daerah lebih fokus pada peningkatan kualitas pemberitaan sekaligus membangun usaha media yang berkelanjutan.
Artikel Terkait
Warning untuk Ketua DPRD Bulukumba Baru! Pejuang Hutan Anrang Menanti Langkah Nyata Perjuangkan Nasib 250 KK Terancam Rencana Pembangunan Batally
Rumah Kosong Jadi Sarang Penimbunan Solar, Polres Bulukumba Sita Ribuan Liter BBM
Muhammadiyah Hormati Putusan MK soal Gibran, Haedar Nashir: Jangan Menang-Menangan
Avenged Sevenfold Kembali Bawakan Dear God di Jakarta, M. Shadows Ungkap Rencana Tur ke Kota Lain
Serangan Houthi ke Bandara Riyadh Tewaskan 12 Orang, Jamaah Umrah Jadi Korban
BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi, Perairan Selatan Jawa hingga Bali Terdampak
Bandara Riyadh Diserang, Kemenhaj dan KBRI Imbau WNI Pantau Situasi hingga Status Penerbangan
Sebut 54 Hektare Terbakar, Relawan TNPT Desak Pemerintah Tangani Karhutla dalam Skala Besar: Sebelum Semuanya Terlambat
Ilmuwan Jepang Punya Cara Tak Biasa Selamatkan Warga dari Gempa: Pakai Pengeras Suara Masjid
Merek Oli Motor Berbeda, Apakah Spesifikasinya Bisa Sama? Ini Faktanya