nasional

Persiapan Darah Tak Tersedia, Ibu Melahirkan Meninggal Dunia di RSUD Bulukumba

Kamis, 4 Februari 2021 | 21:37 WIB

BULUKUMBA,BERANDA.News - Seorang ibu hamil bernama Sumrah (34) warga Desa Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang, Bulukumba Meninggal dunia seusai menjalani persalinan, ia melahirkan anak pertamanya di rumah Sakit Umum Bulukumba, Pukul 20.00 Wita Rabu, (3/1/2021) Malam.


Informasi yang dihimpun media ini, almarhuma meninggal setelah menjalani operasi pengangkatan rahim.


Seusai melahirkan, almarhuma dalam keadaan baik baik saja, namun 2 jam kemudian terjadi kontraksi. sehingga tim dokter rumah sakit mengambil tindakan operasi pengangkatan rahim.


Dua doktor ahli kandungan Rumah Sakit Sultan Daeng Radja Bulukumba  yakni Doktor Rizal dan Doktor Asniar kolaborasi untuk menyalamatkan pasien, namun nyawa pasien tidak bisa terselamatkan karna kekurangan darah, sedangkan stop darah tidak tersedia.


"Sebenarnya dia melahirkan normal waktu magrib, namun karna pendaharan sehingga doktor mengambil tindakan operasi untuk pengangkatan rahim, sekitar jam 1 malam lewat dia meninggal, di ruang ICU," ungkap salah satu keluarga almarhuma


Ia menceritakan, Pada saat menjalani proses persalinan secara normal dibantu dengan vacuum sampai tiga kali baru keluar anaknya," ceritanya


Namun beruntung, bayi dari almarhuma terselamatkan dan  bayi laki-laki tersebut saat ini masih dalam inkubator di RSUD H Andi Sultan Daeng Radja.


Sementara itu, Direktur RSUD Andi Sultan Daeng Radja, dr Rizal menyebutkan pasien meninggal karena kekurangan darah pasca melahirkan.


"Pasien melahirkan secara normal, namun setelah melahirkan terjadi pendarahan berat jadi kami memutuskan untuk melakukan pengangkatan rahim untuk mencari sumber pendarahan," terangnya.


dr Rizal mengakui bahwa terjadi keterlambatan transfusi darah kepada pasien. Hal tersebut terjadi karena kurangnya stok darah di rumah sakit.


Menurut Rizal pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan pasien, bahkan pasien ditangani oleh dua orang dokter ahli.


"Masalahnya memang kita kekurangan stok darah, itupun kami telah menggunakan dua kantong persediaan darah dari pasien lainnya, tapi masih kurang. Dari pihak keluarga juga sudah transfusi darah tapi sudah terlambat," ungkapnya.


Masalah kurangnya stok darah di RSUD H Andi Sultan Daeng menurut dr Rizal terjadi karena semakin berkurangnya pendonor. "Sudah kurang masyarakat yang mau donor darah, mungkin juga karena situasi pandemi Covid-19 yah," ujarnya.


Terkhusus bagi ibu hamil, Rizal menjeleskan, pemerintah daerah bahkan telah melakukan program yang mengharuskan setiap ibu hamil menyiapkan pendonor 3 orang atau bahkan persediaan darah sebelum melahirkan, tetapi menurutnya penerapan program tersebut masih tidak maksimal.

Halaman:

Tags

Terkini

Jumat Berkah, Polres Bulukumba Bagikan Makanan Gratis

Jumat, 25 September 2026 | 13:17 WIB

Indonesia Jadi Tuan Rumah Perdana FIFA ASEAN Cup 2026

Kamis, 17 September 2026 | 12:49 WIB

Sumur Mengering, Polisi Bululumba Bawa Air

Selasa, 15 September 2026 | 14:02 WIB