nasional

Kisah Keluarga Miskin Berjuang Dari Manjat Kelapa dan Buruh Bangunan Lepas, Hidupi 6 Anak di Desa Palambarae

Sabtu, 23 April 2022 | 23:28 WIB

Bulukumba.Beranda.News- Sore yang cerah di Bulan suci Ramadhan, relawan sosial mandiri begerak dari kota bulukumba menuju Desa Palambarae, Kecamatan Gantarang, Bulukumba. untuk mendatangi satu keluarga miskin terpinggirkan, kedatanganya untuk menyalurkan bantuan

Keluarga miskin itu adalah pasangan suami istri Hamid (55) dan Hajra yang memiliki 6 orang anak dan 1 orang cucu, Yang selama ini hidup dari upah manjat kelapa dan buruh bangunan harian lepas.

Diketahui pasutri Hamid dan Hajra mengalami gangguan kejiwaan dan beberapa anaknya juga demikian

Keluarga miskin ini tinggal di rumah yang nampak seperti gubuk, Kumuh dan tak terurus.

Di dalam rumahnya tidak ada alat rumah tangga yang memadai, seperti kompor gas di dapur, kasur empuk, kursi di ruang tamu dan tak ada satu pun alat elektronik di dalam rumah itu.

Bahkan, Penerangannya hanya menggunakan bohlam dengan cahaya remang-remang.

Untuk alas tidur, mereka hanya menggunakan kardus bekas yang digelar seperti tikar. Bantal yang digunakan pun nampak seperti sudah terendam lumpur, Hitam berdaki

Kondisi rumah, dinding rumah yang terbuat dari atap seng mulai hancur, lantai mulai berlubang, dan sebagian atap mulai bocor

Meski Pasutri ini yang diketahui mengalami gangguan jiwa, sang suami masih tetap melaksanakan tanggung jawabnya sebagai kepala rumah tangga.

Ia tetap bekerja sebagai buruh panjat pohon kelapa dan sekali kali menjadi buruh harian bangunan, itu pun jika ada yang membutuhkan jasanya. Jika tidak, maka tak ada pemasukan yang akan diberikan kepada sang istri untuk kebutuhan dapur

Untuk makan setiap hari mereka selalu menerima belas kasih dari para tetangga. Tapi jika tak ada bantuan, maka mereka tetap ikhlas menerima kenyataan, makan dengan nasi yang dibaluri garam. Walaupun begitu, ke enam anaknya nampak begitu aktif dan sehat.

Seperti tak ada beban. Malah, salah satu anak laki-lakinya nampak sangat bahagia, dia selalu memeluk guling kesukaannya yang sudah nampak sangat dekil.

Sembari membanggakan tempat tidurnya yang terbuat dari kardus bekas pakai. Gangguan kejiwaan orang tuanya menurun ke salah seorang anak laki-lakinya.

Menurut warga sekitar, terkadang jika penyakitnya kejiwaannya kumat si anak bisa tiba-tiba memegang parang lalu mengancam akan membunuh ayah atau ibunya jika tak diberi uang

Ironisnya, untuk tahun ini, keluarga miskin ini tidak lagi menerimah bantuan dari pemerintah, bantuan PKH nya yang sebelumnya diterima, sepertinya tercabut di gantikan orang lain karena tak lagi menerima tahun ini.

Padahal, seharusnya warga seperti itulah yang membutuhkan bantuan, masuk dalam kriteria keluarga penerimaan manfaaat (KPM)

Jika demikian, Bantuan yang begitu banyak selama ini di kelontorkan pemerintah untuk warga miskin, itu tidak tepat sasaran

Kebijakan pemerintah ini perlu di pertanyakan? terutama pemerintah Desa, yang seharusnya memberikan perlindungan dan bantuan kepada masyarakat nya yang membutuhkan.

Tags

Terkini

Jumat Berkah, Polres Bulukumba Bagikan Makanan Gratis

Jumat, 25 September 2026 | 13:17 WIB

Indonesia Jadi Tuan Rumah Perdana FIFA ASEAN Cup 2026

Kamis, 17 September 2026 | 12:49 WIB

Sumur Mengering, Polisi Bululumba Bawa Air

Selasa, 15 September 2026 | 14:02 WIB