nasional

Meski Hari Libur, DPMD dan Perangkat Desa Tetap Bekerja

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:34 WIB
Oplus_16908288

BULUKUMBA, Beranda.News — Saat sebagian aparatur sipil negara memanfaatkan akhir pekan untuk berkumpul bersama keluarga dan liburan, suasana berbeda justru terlihat di kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bulukumba. Meski hari Sabtu merupakan waktu libur, aktivitas pelayanan tetap berjalan, khususnya untuk pemeriksaan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ 2025) tahunan desa.


Di ruang kerja DPMD lantai dua Gedung Satap Bulukumba, suasana tampak ramai. Puluhan perangkat desa bersama ASN DPMD terlihat sibuk melakukan pemeriksaan dan pendampingan administrasi. Kondisi ini terjadi karena padatnya agenda kerja setelah pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev) di 109 desa. DPMD kini berpacu dengan waktu untuk menuntaskan pemeriksaan seluruh LKPJ desa yang ditargetkan rampung pada Maret 2026.

Bagi perangkat desa, hari libur bukanlah penghalang untuk bekerja. Sekretaris Desa Kindang, Illank menegaskan bahwa perangkat desa tidak mengenal batas waktu kerja, terlebih dengan banyaknya program yang harus dijalankan, baik dari desa maupun mandat pemerintah pusat.

"Kami di Desa itu tidak mengenal waktu kerja, meski libur tetap kerja, begitu juga waktu, malam sampai subuhpun kami tetap kerja, jadi banyak masyarakat itu terkadang tidak tau pasti pekerjaan kami lalu menyoroti, karna yang dilihat hanya satu sisi, pelayanan administrasi untuk warga yang ada di kantor Desa katanya, Sabtu 14 Februari 2026"

Hal senada disampaikan Junaeda, perangkat Desa Tamaona. Ia menilai tuntutan pekerjaan di desa dari tahun ke tahun semakin meningkat, sementara status dan sorotan terhadap perangkat desa kerap tak berbanding lurus dengan beban kerja yang ada.

"Meski kami telah bekerja dengan tulus, tapi masih sering dapat caci maki, bahwa kami dianggap tidak bekerja, meski status kami tidak jelas kami tetap memberikan pengabdian kepada masyarakat, karna yang tahu bukan mereka tapi ada maha kuasa yang melihat, sebab dalam pemerintahan pasti ada ketidak puasan dan pro-kontrak jadi itu hal biasa"Ujarnya

Menurutnya, dalam bekerja tidak perlu menunggu apresiasi. Yang terpenting adalah menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh, karena penilaian setiap orang berbeda dan tidak bisa dijadikan tolok ukur utama.

"Jadi dalam bekerja di Desa itu tidak perlu menunggu apresiasi, tapi bekerja dengan sungguh sungguh, sebab penilaian orang berbeda beda tidak bisa di jadikan tolak ukur,mereka hanya melihat luarnya saja, jadi itu hal yang wajar saja.  yang jelas kita sudah bekerja sesuai tugas dan tanggungjawab, mau di cibir mau dihina itu sudah resiko, Kalau tidak mau dibegitu, jadi petani atau jadi masyarakat, jelasnya

Sementara itu, dari internal DPMD, Iswandi mengungkapkan bahwa bekerja lembur dan tetap masuk di hari libur sudah menjadi hal yang biasa. Baginya, ritme kerja tersebut merupakan bagian dari komitmen pelayanan kepada desa.

"Kami itu sudah terbiasa dengan hal seperti ini, lembur dan hari libur kerja, tapi kami menikmati, karna itu bentuk pelayanan kepada Desa.Katanya

Dedikasi yang ditunjukkan DPMD dan perangkat desa ini menjadi gambaran nyata bahwa roda pemerintahan desa tetap bergerak, bahkan di saat hari libur, demi memastikan administrasi dan tanggung jawab kepada masyarakat dapat diselesaikan tepat waktu.

Tags

Terkini

Jumat Berkah, Polres Bulukumba Bagikan Makanan Gratis

Jumat, 25 September 2026 | 13:17 WIB

Indonesia Jadi Tuan Rumah Perdana FIFA ASEAN Cup 2026

Kamis, 17 September 2026 | 12:49 WIB

Sumur Mengering, Polisi Bululumba Bawa Air

Selasa, 15 September 2026 | 14:02 WIB