Bulukumba, Beranda.News – Aroma kopi yang selama ini diraciknya di Warkop Kura-Kura Bulukumba kini menjadi saksi perjalanan panjang Muhammad Irham, S.H., dalam mengejar cita-citanya. Setelah berkali-kali gagal, pemuda asal Desa Tamaona, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba itu akhirnya dinyatakan lulus sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia melalui jalur Bakomsus Penyidik, Jumat (3/7/2026).
Kelulusan tersebut menjadi momen yang mengharukan bagi Irham dan keluarganya. Impian yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun akhirnya terwujud setelah ia tidak pernah menyerah menghadapi kegagalan.
Sebelumnya, Irham beberapa kali mengikuti seleksi penerimaan Polri menggunakan ijazah SMA. Namun, setiap kesempatan yang datang belum mampu membawanya mengenakan seragam kebanggaan itu.
Alih-alih menyerah, Irham memilih bangkit. Ia melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata Satu di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dan berhasil meraih gelar Sarjana Hukum (S.H.) sebagai lulusan angkatan 2025.
Di balik perjuangannya menyelesaikan pendidikan, Irham juga bekerja sebagai peracik kopi di Warkop Kura-Kura Bulukumba. Pekerjaan itu dijalaninya untuk membantu perekonomian keluarga, bahkan kembali ditekuninya setelah menyelesaikan kuliah sambil mempersiapkan diri mengikuti seleksi Polri.
Dengan bekal ijazah sarjana dan persiapan yang lebih matang, Irham kembali mengikuti seleksi. Kali ini perjuangannya tidak sia-sia. Ia dinyatakan lulus sebagai anggota Polri pada formasi Bakomsus Penyidik. Adapun penempatan tugasnya masih menunggu keputusan dari institusi Polri.
Irham lahir pada 21 Agustus 2000. Ia merupakan putra pasangan Suwardy, S.Ag., M.Pd., dan Husnaeni, S.Pd.I. Keberhasilannya menjadi kebanggaan bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat Desa Tamaona.
Paman Irham, Ihwan, yang juga mantan ketua HMI Cabang Bulukumba, mengaku sangat bersyukur atas keberhasilan keponakannya meraih cita-cita menjadi anggota Polri.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Ini memang impian Irham sejak lama. Dia sudah beberapa kali mencoba, tetapi tidak pernah menyerah. Dia tekun berlatih, terus belajar, dan akhirnya hari ini Allah mengabulkan cita-citanya," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum mengikuti seleksi menggunakan ijazah S1, Irham membantu usaha keluarga dengan bekerja sebagai peracik kopi di Warkop Kura-Kura.
"Di sela-sela mempersiapkan diri mengikuti seleksi, dia tetap bekerja meracik kopi. Itu menunjukkan bahwa dia tidak malu bekerja sambil terus mengejar impiannya," tambahnya.