BALIKPAPAN, Beranda.News – Bulukumba mulai membidik pasar pangan di Kalimantan. Pemerintah Kabupaten Bulukumba memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Kota Balikpapan untuk membuka jalur pasokan pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Kerja Sama (KAD) antara Pemkab Bulukumba dan Pemkot Balikpapan dalam rangkaian High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan, Selasa (11/8/2026).
Dalam kerja sama tersebut, Bulukumba berpeluang memasok sejumlah komoditas pangan dan produk unggulan daerah ke Balikpapan. Sementara bagi Bulukumba, kerja sama ini membuka pasar baru bagi petani, nelayan, peternak hingga pelaku UMKM.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, kerja sama antardaerah menjadi penting karena Balikpapan merupakan kota jasa dengan keterbatasan lahan pertanian.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan pangan masyarakat Balikpapan masih bergantung pada pasokan dari daerah penghasil.
“Kerja sama antardaerah menjadi salah satu strategi utama dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi,” kata Rahmad.
Menurutnya, pengendalian inflasi tidak cukup dilakukan hanya melalui kebijakan di dalam kota. Kepastian pasokan, kelancaran distribusi dan pemangkasan rantai pasok membutuhkan kerja sama dengan daerah penghasil.
Rahmad berharap kesepakatan tersebut tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi segera diwujudkan dalam langkah konkret, termasuk membangun jejaring distribusi serta pertukaran informasi mengenai produksi dan harga komoditas.
Sementara itu, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai Balikpapan merupakan salah satu pasar potensial bagi produk pangan Bulukumba.
Andi Utta, sapaan akrabnya, juga mengaitkan kerja sama tersebut dengan hubungan historis Bulukumba dan Kalimantan melalui industri kapal Pinisi.
“Banyak kapal Pinisi yang dibuat di beberapa wilayah Kalimantan. Tetapi sesungguhnya, para pembuatnya banyak berasal dari Bulukumba,” ungkapnya.
Menurut Andi Utta, hubungan tersebut menjadi modal sosial untuk memperkuat kerja sama ekonomi antara Bulukumba dan daerah-daerah di Kalimantan.
Kini, Bulukumba tidak hanya menawarkan sumber daya manusia dan tradisi maritim, tetapi juga potensi pangan dari sektor pertanian, perikanan, kelautan dan peternakan.
“Insya Allah, untuk kebutuhan pangan itu bisa kita penuhi melalui jalur laut,” katanya.
Pemkab Bulukumba saat ini terus mendorong peningkatan produksi pertanian melalui program bibit unggul dan penguatan ketahanan pangan.
Potensi sektor perikanan dan kelautan juga terus dikembangkan melalui berbagai program, termasuk 1.000 Rumpon serta pembangunan dan peningkatan fasilitas pendukung seperti kolam labuh, pelabuhan dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
“Potensi kita cukup besar. Kita punya pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan. Ini yang terus kita kembangkan agar produksi meningkat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” jelasnya.
Kerja sama dengan Balikpapan diharapkan menjadi pintu masuk bagi Bulukumba untuk memperluas pasar hingga Kalimantan.
Dengan dukungan konektivitas laut, produk pertanian, perikanan dan peternakan Bulukumba berpeluang masuk ke pasar Kalimantan secara lebih terorganisasi.
Jika terealisasi, kerja sama tersebut bukan hanya memperkuat pasokan pangan Balikpapan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani, nelayan, peternak, UMKM dan pelaku usaha di Bulukumba.