BULUKUMBA,Beranda.News — Aksi pencurian kembali terjadi di Pasar Bontonyeleng, Desa Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba. Kali ini, lebih dari 200 kilogram beras milik pedagang, HJ Muna, raib digasak pencuri.
Peristiwa tersebut diketahui Terjadi pada Senin dini hari, 31 Agustus 2026. Berdasarkan keterangan salah satu warga Rabasia, pelaku diduga masuk dengan cara mencungkil gembok kios tempat korban menyimpan daganganya.Selasa,1/9/2026
Aksi tersebut diduga berlangsung tanpa diketahui warga sekitar, Hingga kini, belum diketahui identitas pelaku.
Pencurian di Pasar Bontonyeleng disebut bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, pelaku juga diduga menggasak satu karung cengkeh kering dan satu karung merica milik warga yang tinggal sekitar pasar.
Bahkan Sejumlah pedagang beras mengaku kehilangan sebagian stok dagangan mereka yang disimpan di kawasan pasar.
Kepala Desa Bontonyeleng, A. Baso Mauragawali, membenarkan bahwa pihaknya telah berulang kali mengimbau warga agar tidak menyimpan barang dagangan di pasar karena rawan pencurian.
"Sering saya imbau warga, jangan dulu menyimpan barang dagangan di pasar, karena sering ada kecurian," ujarnya.
Ophu Sapaan, A.Baso Mauragawali mengatakan, pihak desa juga telah meminta RT, RW, hingga kepala dusun untuk melakukan ronda malam di sekitar pasar. Namun, pencurian kembali terjadi.
"Saya sudah perintahkan mulai dari RT, RW dan kepala dusun agar ronda setiap malam di pasar. Tapi masih kecolongan," katanya.
Ia berharap instansi yang mengelola dan menarik retribusi pasar, khususnya dinas terkait, dapat menyediakan petugas keamanan atau security yang berjaga setiap malam Pasar.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memberikan rasa aman kepada pedagang sekaligus mencegah aksi pencurian kembali terjadi.
Ophu juga menduga pelaku memiliki pengalaman dan kemungkinan mengetahui kondisi pasar. Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan.
Sementara itu, warga bernama Anwar berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk meningkatkan keamanan di Pasar Bontonyeleng.
"Kami berharap ada tindakan dari pemerintah. Kami tidak tenang setiap hari dan malam menjaga rumah, pekerjaan pun terganggu," ungkapnya.