Proteka juga terlibat dalam penerapan dan pengujian teknologi perkuatan, salah satunya melalui proyek perkuatan bangunan sekolah di Lembang, Bandung. Pengujian menggunakan meja getar atau shake table test juga dilakukan untuk mempelajari respon dinding bata dengan dan tanpa lapisan kuatan terhadap simulasi gempa.
Contoh di atas menunjukkan bagaimana ide inovatif dapat dikembangkan menjadi solusi yang berpotensi menjawab permasalahan nyata di sektor perumahan dan konstruksi.
Dorong Hunian Ramah Lingkungan melalui Rumah Rendah Emisi
Selain mendorong inovasi melalui kompetisi, BTN juga mengembangkan inisiatif perumahan ramah lingkungan melalui Program Rumah Rendah Emisi yang diluncurkan pada kuartal IV 2024 bersama sejumlah pengembang.
Program ini melibatkan perusahaan rintisan atau startup yang mengolah sampah plastik rumah tangga menjadi material bangunan. Sampah yang dimanfaatkan antara lain bungkus mi instan serta kemasan sachet sabun dan sampo, yang diolah menjadi bahan untuk produk seperti lantai, paving, dan dinding.
Sejumlah startup yang terlibat dalam inisiatif tersebut di antaranya Rebrick, Plustik, dan Green Brick.
BTN juga berupaya memperluas kemitraan dengan pengusaha di berbagai daerah agar semakin banyak pelaku usaha dapat mengambil bagian dalam pengembangan hunian rendah emisi.
Upaya tersebut memperlihatkan bahwa inovasi perumahan tidak hanya berkaitan dengan teknologi pembangunan, tetapi juga mencakup pengelolaan limbah, efisiensi sumber daya, dan keberlanjutan lingkungan.
ITB Dorong Penelitian Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Kolaborasi BTN dengan perguruan tinggi mendapat sambutan positif dari Direktur Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr. apt. Muhamad Insanu, S.Si., M.Si. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperluas pemahaman mahasiswa mengenai peran BTN sekaligus mendorong pemanfaatan hasil penelitian untuk kepentingan masyarakat.
Menurut Insanu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan ilmu pengetahuan yang dikembangkan tidak hanya menghasilkan data dan publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan manfaat nyata.
"Hal yang ingin saya garis bawahi adalah peran perguruan tinggi. Sudah saatnya hasil penelitian tidak hanya berhenti sebagai data atau publikasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan, reputasi institusi pendidikan perlu diimbangi dengan kolaborasi bersama industri dan berbagai mitra. Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh mahasiswa dapat diterapkan untuk menghasilkan solusi yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
"Artinya, ada nilai tambah yang bisa kita peroleh. Mendapat wawasan, pengetahuan, dan manfaat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," imbuhnya.
Jembatani Death Valley Inovasi Akademik dan Industri