Pegawai tersebut kemudian meminta agar pengendara yang sedang mengantre tetap memberikan ruang di sekitar pintu masuk Alfamart.
Menurutnya, kendaraan yang mengantre dapat berhenti sementara untuk memberikan akses bagi pelanggan yang ingin masuk ke minimarket.
“Kata aku mah itu kan ada pintu masuk Alfamart tolong dikasih space, distop dulu dari situ. Nah yang mau masuk Alfamart dikosongin,” ujarnya.
Setelah kendaraan yang hendak masuk diberikan ruang, antrean bisa kembali dilanjutkan. Ia juga meminta akses keluar Alfamart tidak ikut tertutup.
“Terus yang mau keluarnya juga kosongin, terus isiin lagi,” katanya.
Menurutnya, pengaturan sederhana tersebut dapat membuat antrean BBM tetap berjalan sekaligus memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk berbelanja di Alfamart.
Khawatir Penjualan Ikut Turun
Pegawai Alfamart tersebut juga mengungkap kekhawatiran mengenai penjualan toko apabila akses masuk terus tertutup oleh antrean kendaraan.
“Ini kalau kayak gini caranya gimana mau ngejual barang item, item fokusnya gimana mau ngejual,” ucapnya.
Ia mengaku kebingungan menghadapi kondisi tersebut. Sebagai pegawai, dirinya tetap memiliki tanggung jawab terhadap aktivitas penjualan di toko, tetapi juga tidak ingin mengambil risiko dengan menegur orang-orang yang sedang mengantre.
“Bingung. Bingung sumpah ih,” katanya.
Dalam video tersebut, ia juga menyampaikan kondisi BBM di Bali yang menurutnya sudah sangat darurat. Ia berharap ada solusi sehingga antrean tidak sampai menghambat aktivitas masyarakat dan usaha di sekitar SPBU.
“Ini tolong lah solusi BBM di Bali gimana?” ujarnya.
Keluhan pegawai Alfamart tersebut menjadi gambaran lain dari dampak antrean BBM di Bali.***