BerandaNews.Com - Bangkai kapal yang diperkirakan berusia 4.400–4.700 tahun menjadi sorotan setelah arkeolog menemukan artefak keramik kuno di perairan dekat Pulau Kekova, Antalya, Turki.
Temuan yang diumumkan pada Rabu, 14 Oktober 2026, tersebut diperkirakan berasal dari Zaman Perunggu Awal dan memberikan petunjuk tentang jalur perdagangan laut di kawasan Mediterania ribuan tahun lalu.
Temuan ini bukan penemuan baru pada Minggu, 18 Oktober 2026, melainkan perkembangan arkeologi yang telah diberitakan sejak 14 Oktober.
Meski struktur kayu kapalnya tidak lagi bertahan, sejumlah artefak yang ditemukan masih menyimpan petunjuk tentang aktivitas pelayaran pada masa lampau.
Lebih dari 30 Tempayan Ditemukan di Dasar Laut
Penggalian bawah laut di dekat Pulau Kekova menemukan lebih dari 30 tempayan keramik serta tiga jangkar batu. Artefak tersebut berada di dasar laut pada kedalaman sekitar 30 meter.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, menyebut temuan itu sebagai bagian penting dari sejarah maritim negaranya.
“Di Tanah Air Biru kita, kita mengangkat jejak-jejak bangkai kapal tertua di dunia,” kata Ersoy dalam unggahan di media sosialnya.
Tempayan yang ditemukan dikenal sebagai amphora, yaitu wadah keramik kuno yang biasa digunakan untuk menyimpan dan mengangkut barang. Para peneliti menduga wadah tersebut digunakan untuk membawa minyak zaitun atau anggur.
Analisis tanah liat menunjukkan bahwa tempayan itu kemungkinan diproduksi di kawasan Lembah Yordan. Bentuk serupa juga ditemukan di sejumlah situs arkeologi di Mesir, Troya, dan Kreta.
Kesamaan tersebut menjadi petunjuk bahwa masyarakat pada masa itu telah memiliki hubungan perdagangan lintas wilayah melalui jalur laut.
Ada Tempayan dengan Sembilan Tanda Misterius
Salah satu artefak menarik perhatian peneliti karena memiliki sembilan tanda pada permukaannya serta dua lubang di bagian badan wadah.
Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa tempayan tersebut mungkin digunakan sebagai alat pengaduk untuk membuat keju atau mentega.