BerandaNews.Com — Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PAN Totok Daryanto mendesak evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan pasokan dan distribusi BBM Pertamina di Bali menyusul persoalan antrean di SPBU. Ia menekankan perlunya pembenahan sistem agar gangguan serupa tidak berulang.
Menurut Totok, evaluasi harus mencakup penyebab gangguan pasokan, kesiapan infrastruktur penyimpanan, kecukupan cadangan operasional, serta efektivitas jaringan distribusi. Ia menilai Komisi XII perlu meminta penjelasan Pertamina mengenai seluruh aspek tersebut.
“Pengawasan tidak boleh berhenti pada penanganan keadaan darurat, tetapi harus diarahkan pada pembenahan sistem agar kejadian serupa tidak terus berulang,” kata Totok dalam tanggapan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (18/10/2026).
Ia meminta Pertamina menjelaskan secara terbuka apakah gangguan berkaitan dengan stok, transportasi dan distribusi, kapasitas penyimpanan, atau ketidakseimbangan kebutuhan dan pasokan di tingkat SPBU. Keterbukaan tersebut diperlukan agar perbaikan tepat sasaran dan masyarakat memperoleh kepastian informasi.
Stok Tersedia Belum Cukup
Totok mengapresiasi langkah Pertamina memulihkan pasokan. Namun, menurutnya, keberhasilan penanganan harus diukur dari pelayanan yang diterima masyarakat.
“Ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah apakah masyarakat dapat memperoleh BBM dengan mudah, tanpa harus mengantre panjang dan tanpa ketidakpastian,” ujarnya.
Ia mendorong Pertamina memastikan pemulihan pasokan di seluruh SPBU terdampak, memperkuat armada distribusi apabila diperlukan, dan menyediakan cadangan operasional untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan.
Menurutnya, kepastian akses masyarakat terhadap BBM harus menjadi orientasi pengelolaan energi. Ketersediaan pasokan perlu diikuti kelancaran penyaluran hingga ke tingkat konsumen.
Jangan Pertaruhkan Citra Pariwisata Bali
Totok mengingatkan bahwa gangguan BBM di Bali berpotensi menimbulkan dampak berantai terhadap aktivitas warga, biaya transportasi, distribusi barang, dan pelayanan kepada wisatawan.
Karena itu, perencanaan pasokan harus memperhitungkan mobilitas wisatawan, kendaraan pariwisata, transportasi umum, serta kegiatan ekonomi terkait. Kebutuhan energi Bali tidak cukup dihitung berdasarkan jumlah penduduk setempat.
“Karena itu, sistem distribusi BBM di Bali harus memiliki tingkat keandalan yang lebih tinggi, termasuk kesiapan menghadapi lonjakan konsumsi pada musim liburan,” katanya.
Ia menegaskan kepastian pasokan turut menentukan kepercayaan wisatawan dan keberlangsungan usaha masyarakat. Pembenahan distribusi menjadi penting untuk menjaga reputasi Bali sebagai salah satu tujuan wisata internasional.
Artikel Terkait
Putra Gantarang Menjadi Pemain skuad Serdadu Tridatu Muda Bali United Youth U-18, kini Bermimpi Jadi Pemain Senior Bali United
Antrean BBM Tak Kunjung Usai, Saiful Asra Pertanyakan: Konsumsi Melonjak atau Distribusi Bermasalah?
Antrean BBM Mengular, Polwan Bulukumba Hadir Bagi Air dan Permen
BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi, Perairan Selatan Jawa hingga Bali Terdampak
Wayan Koster Janji BBM Bali Segera Normal, SPBU Pengosekan Masih Antre
Antrean BBM Bali Belum Terurai, Warga Keluhkan Waktu Tunggu 3 Jam Lebih
Target Pemulihan Pasokan BBM Bali Belum Terwujud Merata, Warga Masih Antre
Antrean BBM Mengular, Bali Pilih WFH dan PJJ Selama Tiga Hari
Antrean BBM Mengular sampai Tutup Pintu Alfamart, Pegawai: Gimana Mau Kejar Sales Toko
Ngeri! Detik-Detik Mobil Chery Hantam Jemaah Antrean BBM di Jembrana, Bodi Motor Hancur Seketika
Warga Tabanan Bali Ini Viral Usai Bantu Tetangga yang Kehabisan Bensin, Ungkap Tak Bisa Keluar Rumah hingga 2 Hari
Antrean BBM Bali Mengular, Gubernur Koster Minta TNI Turun Langsung ke SPBU