BerandaNews.Com - Sejumlah toko dijarah di beberapa kota Prancis saat demonstrasi yang diwarnai bentrokan, pembakaran, dan perusakan bangunan, pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Insiden tersebut terjadi di tengah aksi protes mengenai biaya hidup dan persoalan pendidikan, sementara unggahan media sosial turut menyoroti gerai Louis Vuitton, Hermès, Celine, dan Apple yang diduga menjadi sasaran.
Penjarahan Toko Warnai Demo di Prancis
Dilansir dari media Prancis La Tribune, penjarahan dan perusakan toko terjadi di Paris, Lille, Lyon, Marseille, serta Nice.
Sejumlah pelaku memecahkan etalase dan membawa barang dagangan dari toko ketika situasi di pusat kota memanas.
Di Lyon, beberapa gerai komersial dilaporkan mengalami perusakan. Sementara itu, di Lille, sejumlah demonstran memaksa masuk ke balai kota dan merusak bagian dalam bangunan.
Di Marseille, massa juga menerobos masuk ke area lobi balai kota.
Laporan langsung Le Monde pada Sabtu, 17 Oktober 2026, menggambarkan situasi yang berbeda-beda di setiap kota.
Sebagian demonstrasi berlangsung damai, tetapi sejumlah lokasi mengalami bentrokan dengan aparat dan kerusakan fasilitas umum.
Kerusuhan tersebut membuat pemerintah Prancis menyoroti tindakan kelompok yang melakukan kekerasan di tengah aksi demonstrasi.
Menteri Pendidikan Nasional Prancis, Édouard Geffray, turut memberikan tanggapan melalui pernyataan yang diunggah di media sosial X.
Seperti diberitakan Le Monde, Geffray menilai kekerasan telah mengganggu penyampaian aspirasi para demonstran.
“Sekali lagi, suara mereka yang berdemonstrasi untuk menyampaikan berbagai tuntutan telah dibungkam oleh kekerasan yang sama sekali tidak terkendali terhadap institusi,” tulisnya pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Pernyataan tersebut menyoroti dampak kerusuhan terhadap masyarakat yang mengikuti demonstrasi untuk menyampaikan tuntutan.