Rabu, 30 September 2026

Diklat BBPP Kupang, Kelompok Samaturu,e Jadi Lokasi fermentasi Pupuk Kompos

Photo Author
Dirman, Beranda-news.com
- Sabtu, 19 Juni 2021 | 00:53 WIB

Selain itu, Mizwar membeberkan, Kelompok terpipilih dari 10 kecamatan yang ada dibulukumba, yaitu kelompok yang memiliki potensi dari segi populasi dan  lahan luas, alasannya agar kelompok ini bisa berkembang


Harapannya kedepan, Ilmu yang didapat peserta pelatihan Diklat BBPP Kupang mampu di aplikasikan ditengah masyarakat, agar nantinya pola pikir masyarakat berubah,  tidak tergantung lagi dipupuk kimia untuk memupuk lahan pertanian.Harapnya


Sekedar referensi, Tanaman perlu makanan agar dapat berkembang. Makanan yang dibutuhkan tanaman berupa unsur hara di dalam tanah. Unsur hara di dalam tanam sangat terbatas  kalau digunakan secara terus menerus dihisap oleh tanaman lama-lama tanah menjadi miskin, Untuk menjaga ketersediaan unsur hara perlu dilakukan pemupukan.


Pupuk dibedakan menjadi dua yakni pupuk Organik dan pupuk unorganik. Pupuk organik berasal dari limbah tanaman, limbah ternak, limbah industry maupun sampah rumah tangga. Sedangkan pupuk unorganik adalah pupuk buatan  yang dibuat dari bahan-bahan kimia. Contoh pupuk unorganik adalah Urea, SP-36, KCL dan ZA.


Kompos merupakan semua bahan organik yang telah mengalami penguraian sehingga berubah bentuk atau sudah tidak dikenali lagi bentuk aslinya, berwarna kehitam-hitaman dan tidak berbau. Khusus pupuk yang berasal dan kotoran hewan disebut pupuk kandang. Pupuk kandang mudah diperoleh sebab hampir semua petani mempunyai ternak. Proses pengomposan yang terjadi secara alami berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Namun, untuk mengahasilkan kompos buatan maka  untuk membuat kompos pupuk kandang dibutuhkan waktu 2-3 bulan.  Salah satu teknologi untuk mempercepat pengomposan menggunakan bantuan effective microorganisme (EM4).


Kompos yang dihasilkan melalui fermentasi EM4 disebut bokashi. Jumlah mikroorganisme di dalam EM4 sangat banyak, sekitar 80 genus. Dari sekian banyak mikro organisme, ada lima golongan pokok yakni bakteri fotosintetik, Lactobacillus sp, Streptomyces sp, ragi dan Actino mycetes.Dengan bantuan EM4, bokashi yang diperoleh sudah dapat digunakan dalam waktu relatif singkat yakni 4-7 hari. Selain itu, bokashi hasil pengomposan tidak panas, tidak berbau busuk, tidak mengandung hama dan penyakit, serta tidak membahayakan pertumbuhan dan produksi tanaman. (Dirman)


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Dirman

Tags

Terkini

Jumat Berkah, Polres Bulukumba Bagikan Makanan Gratis

Jumat, 25 September 2026 | 13:17 WIB

Indonesia Jadi Tuan Rumah Perdana FIFA ASEAN Cup 2026

Kamis, 17 September 2026 | 12:49 WIB

Sumur Mengering, Polisi Bululumba Bawa Air

Selasa, 15 September 2026 | 14:02 WIB

Terpopuler

X