BULUKUMBA,Beranda.News — Kader perempuan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) didorong tidak hanya memiliki pengetahuan dan kepedulian, tetapi juga keberanian untuk menyampaikan gagasan, mempertahankan argumentasi, serta memperjuangkan perubahan.
Pesan tersebut disampaikan alumni HMI, Arum Spink, saat menjadi narasumber Training Raya Latihan Khusus Kohati (LKK) HMI Cabang Bulukumba di Aula SKB Bulukumba, Rabu (2/9/2026).
Dalam kegiatan bertema “Meningkatkan Kualitas dan Peran HMI-Wati dalam Berjuang Mencapai Tujuan HMI pada Umumnya dan Keperempuanan pada Khususnya” itu, Arum membawakan materi Public Speaking, Metode Diskusi dan Diplomasi.
Arum Spink yang kini aktif sebagai Coach Self Development, Trainer dan Motivator mengatakan, ketiga kemampuan tersebut memiliki satu garis perjuangan.
“Seorang kader yang memiliki gagasan harus mampu menyuarakannya. Ketika gagasan itu disuarakan, ia harus mampu mempertahankannya. Dan ketika ingin membawa gagasan itu menjadi perubahan, ia harus mampu memperjuangkannya,” ujar Arum.
Ia kemudian merumuskan tiga kemampuan tersebut dalam tiga kata kunci: Menyuarakan, Mempertahankan, dan Memperjuangkan.
Menurut Arum, public speaking merupakan kemampuan untuk menyuarakan gagasan. Metode diskusi menjadi ruang mengolah sekaligus mempertahankan argumentasi. Sementara diplomasi menjadi kemampuan memperjuangkan kepentingan dan membangun kesepakatan tanpa kehilangan prinsip.
Public Speaking Bukan Sekadar Pandai Berbicara
Arum mengingatkan peserta bahwa kemampuan berbicara di depan publik bukan sekadar soal tampil percaya diri.
Seorang HMI-Wati, kata dia, bisa saja memiliki pengetahuan, gagasan, dan kepedulian terhadap berbagai persoalan. Namun semua itu akan sulit memberi dampak jika tidak mampu disampaikan.
“Apa gunanya memiliki gagasan yang hebat jika kita tidak mampu menyampaikannya?” katanya.
Ia menyebut rasa takut salah, takut dinilai, hingga merasa belum cukup pintar sering membuat seseorang memilih diam.
Karena itu, keberanian berbicara harus dibangun melalui latihan.
“Jangan menunggu sempurna untuk berbicara. Berbicaralah, karena melalui proses itulah kita belajar dan bertumbuh,” ujarnya.