nasional

Menelisik Para Maling Berdasi Menggarong Saat Pandemi

Rabu, 24 Februari 2021 | 22:17 WIB

Pemerintah harus berkomitmen untuk menegakan supermasi hukum yang kuat. Karena maraknya korupsi saat ini hampir di setiap lini kehidupan dari pemerintah pusat sampai ke pemerintahan yang paling terkecil, Karena hukum yang diberikan untuk para koruptor adalah hukuman yang ringan yang akhirnya tidak menimbulkan efek jera bagi mereka yang melakukan korupsi.




Karena hukum adalah pilar keadilan ketika hukum tak sanggup lagi menegakan sendi-sendi keadilan, maka hancurlah kepercayaan publik pada institusi ini. Karena tidak jelasan kinerja para aparat penegak hukum atau pelaku hukum, akan memberi ruang pada tipikor untuk terus berkembang biak dengan leluasa.





Kedua, Partai Politik harus mampu menjadi sebuah mesin pengkaderan yang mampu mencetak pemimpin yang jujur, adil, piawai, bertanggung jawab. Tak heran jika sampai saat ini korupsi belum terentaskan, karena peran partai politik saat ini tak lebih dari sebuah EO (Event organizer) bagi penyelenggara calon kepala daerah dan calon legislator untuk maju keranah panggung politik. Karena tak jarang partai politik juga meminta bahkan mengharuskan kadernya yang ingin mencalonkan diri menjadi kepala daerah atau legislator untuk membayar mahar dalam jumlah tertentu tentu, dan tentu dengan jumlah dana yang besar.





Ketiga, Optimalisasi Transparansi perencanaan Program penganggaran. Diharapkan setiap program atau penganggaran pemerintah selalu melakukan transparansi nasional, yaitu berkewajiban untuk mengumumkan kepada masyarakat tentang program kegiatannya di media massa atau papan pengumuman di depan kantor. Melalui transparansi ini, masyarakat akan mengetahui dan bebas mengakses atau melakukan pengawasan dengan mudah dan mengetahui uang rakyat itu digunakan untuk apa saja, dan aliran dananya kemana saja.





Dalam mengentaskan korupsi ini perlu seluruh elemen negeri ikut serta dan sudah seyogyanya menjadi perhatian serius oleh kita semua rakyat Indonesia, dan seluruh generasi anak bangsa dalam rangka mengawal negara untuk menciptakan birokrasi yang bersih.  . karena kita adalah generasi penerus dan sudah menjadi kewajiban setiap bangsa Indonesia untuk tidak apatis tentang gejolak yang merugikan negeri ini Karena Semakin kita apatis, semakin senang mereka menggasak uang negara.


Penulis: : Vanessa Devara Ardine



Halaman:

Tags

Terkini

Jumat Berkah, Polres Bulukumba Bagikan Makanan Gratis

Jumat, 25 September 2026 | 13:17 WIB

Indonesia Jadi Tuan Rumah Perdana FIFA ASEAN Cup 2026

Kamis, 17 September 2026 | 12:49 WIB

Sumur Mengering, Polisi Bululumba Bawa Air

Selasa, 15 September 2026 | 14:02 WIB