nasional

Diklat BBPP Kupang, Kelompok Samaturu,e Jadi Lokasi fermentasi Pupuk Kompos

Sabtu, 19 Juni 2021 | 00:53 WIB

BULUKUMBA, BERANDA.NEWS- Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang bekerjasama dengan dinas peternakan Bulukumba laksanakan Diklat Non Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bulukumba, selama 3 hari lamanya


Selain pelatihan secara teori, peserta diklat di ajak langsung melihat fermentasi pembuatan pupuk kompos dari kotoran hewan


BBPP kupang memilih kelompok Samaturu,e Desa Taccoron, kecamatan Gantarang sebagai lokasi pelatihan membuat pupuk kompos dari kotoran kambing yang di campur dengan bahan lainnya


Dari pantauan media ini dilokasi fermentasi kelompok samaturu,e memperlihatkan pembuatan pupuk kompos untuk tanaman dan makanan ikan, serta menjelaskan fungsi dan kandungan bahan yang dicampurkan  pada pupuk kompos


Didepan peserta Diklat, Udin Ketua Kelompok Samaturu,e menjelaskan bahan yang digunakan untuk pupuk kandang,  seperti 300 kg pupuk tai kambing, 10 kg dedak padi, 200 kg sekam, 10 sdm gula pasir, 200 ml (20 sdm) EM4 dan Air secukupnya


Udin pun mempraktekkan cara mencampurkan bahan bahan pupuk kompos, yakni dengan cara diaduk sampai merata hingga cairan EM4 menyerap lalu memasukkan dalam drum, jika ingin hasil memuaskan harus menunggu 21 hari kedepan baru dibuka


Membuat pupuk kompos ternyata harga ekonomis, karna bahannya murah dan mudah diperoleh bagi orang Desa


Sementara itu, Penyuluh pertanian sektor peternakan, Rosmini Pratiwi menjelasakan pelatihan diklat tematik yang dilaksanan BBPP untuk pelatihan Pemberdayaan kelompok ternak


Karena pelatihan diklat ini ada materi praktek fermentasi  ceramih pakan ternak, maka kelompok samaturu,e dipilih sebagai lokasi praktek, dimana kelompok ini juga merupakan binaan dinas peternakan yang dianggap sudah sukses melakukan fermentasi pembuatan pupuk kompos dari kotoran sapi. Ungkapnya


Di tambahkan Kordinator Pertanian Sektor peternakan Maryana Eda T. Mengatakan  Dinas pertanian sebagai fasilitator pelatihan diklat BBPP


"Kami ini dalam diklat BBPP ditunjuk memfasilitasi kelompok tani dan memilih peserta diklat non Aparatur sipil dari kaum millenial, alasannya sebagai regenerasi kedepan.Ungkapnya


Masih ditempat yang sama, Drh Mizwar  bagian kesehatan dinas pertanian mengatakan peserta diklat pada pertemuan pertama telah dibekali materi kesehatan hewan (Keswan) Produksi dan pakan


"Materi disajikan dalam pelatihan hari pertama yaitu  materi kesehatan hewan (Keswan) produksi dan pakannya, hari ini praktek.katanya


Hal itu dilakukan "kata Mizwar, pelatihan itu bukan hanya teori butuh praktek agar peserta bisa memahami caranya.

Halaman:

Tags

Terkini

Jumat Berkah, Polres Bulukumba Bagikan Makanan Gratis

Jumat, 25 September 2026 | 13:17 WIB

Indonesia Jadi Tuan Rumah Perdana FIFA ASEAN Cup 2026

Kamis, 17 September 2026 | 12:49 WIB

Sumur Mengering, Polisi Bululumba Bawa Air

Selasa, 15 September 2026 | 14:02 WIB