Keterlibatan pengurus sepak bola desa diperlukan untuk memastikan aturan domisili diterapkan secara konsisten. Pemeriksaan identitas pemain sebaiknya dilakukan sejak pendaftaran, disertai verifikasi dokumen yang jelas dan terbuka.
Pengurus juga perlu mengutamakan pembinaan pemain muda, mengaktifkan klub lokal, serta menyediakan kompetisi berjenjang agar talenta desa mendapatkan kesempatan bermain secara berkelanjutan.
Dengan pengawasan yang baik, Liga Desa tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga wadah membangun sportivitas, kejujuran, persaudaraan, dan kebanggaan masyarakat terhadap daerahnya sendiri.
Menanggapi aturan tersebut, pengurus sepak bola Desa Tamaona, Ilham, menyambut baik kebijakan yang mewajibkan pemain berdomisili setempat. Menurutnya, aturan ini sangat baik untuk mendukung perkembangan sepak bola dan pembinaan generasi muda di desa.
"Tentu aturan ini kami sambut dengan baik dan dukung, ini sangat bagus dalam pengembangan sepakbola dan pembinaan anak muda di Desa," ungkapnya, Minggu (11/10/2026).
Ilham juga berharap pemerintah desa dapat mengalokasikan anggaran untuk menyelenggarakan turnamen sepak bola di desa. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan UMKM dan meningkatkan perekonomian warga.
Ia menambahkan, berbagai kegiatan positif seperti turnamen sepak bola perlu terus digalakkan di desa sebagai wadah pembinaan generasi muda sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.