Minggu, 11 Oktober 2026

Kondisi Palangka Raya 10 Oktober: Asap Masih Menyelimuti, Warga Keluhkan Penanganan Karhutla

Photo Author
Basran, Beranda-news.com
- Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:12 WIB
Foto: Tangkapan layar unggahan warga di Threads yang memperlihatkan kondisi terkini Palangka Raya pada 10 Oktober 2026. (Threads/@hachi***)
Foto: Tangkapan layar unggahan warga di Threads yang memperlihatkan kondisi terkini Palangka Raya pada 10 Oktober 2026. (Threads/@hachi***)

BerandaNews.Com - Kondisi Palangka Raya, Kalimantan Tengah, masih menjadi perhatian di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap.

Pada Sabtu (10/10/2026), keluhan warga kembali mencuat di media sosial, termasuk mengenai penanganan kebakaran yang dinilai belum memberikan perubahan nyata.

Salah satu warga melalui akun Threads @hachi**** mengungkapkan rasa lelah karena berulang kali menyuarakan persoalan karhutla di wilayahnya.

“Jujur aku udh cape speak up tentang kebakaran hutan dan lahan disini karna rasanya percuma ga ada kebijakan penanganan yang benar-benar nyata,” tulis akun tersebut.

Unggahan itu menggambarkan kekecewaan warga yang merasa persoalan kebakaran hutan dan lahan terus berulang.

Meski demikian, pernyataan tersebut merupakan pengalaman dan penilaian pribadi pemilik akun.

Status Darurat Karhutla Diperpanjang

Di tengah keluhan tersebut, Pemerintah Kota Palangka Raya memperpanjang status tanggap darurat karhutla mulai 8 Oktober hingga 9 November 2026.

Kebijakan ini diambil untuk menjaga kesiapan personel, posko penanganan, dan dukungan anggaran selama ancaman kebakaran masih berlangsung.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyatakan penanganan diprioritaskan pada lokasi kebakaran yang berdekatan dengan permukiman untuk mencegah api menjalar ke rumah warga.

Data BPBD Kota Palangka Raya mencatat 832 kejadian kebakaran sejak 1 Juni hingga 8 Oktober 2026, dengan luas lahan terbakar mencapai 1.407,75 hektare.

Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak, disusul Sebangau, Bukit Batu, Pahandut, dan Rakumpit.

Kabut Asap Ganggu Aktivitas Warga

Dampak karhutla juga dirasakan di sektor pendidikan.Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Basran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X