BerandaNews.Com - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memberlakukan penyesuaian batas Auto Rejection Bawah (ARB) saham menjadi maksimal 7 persen mulai hari ini, Senin, 19 Oktober 2026.
Kebijakan ini memangkas batas ARB yang sebelumnya berada di level 15 persen guna meredam gejolak harga dan menjaga stabilitas pasar keuangan domestik.
Langkah strategis tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00157/BEI/10-2026 tentang Peraturan Nomor II-A mengenai Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dan penyesuaian berlaku sementara hingga 31 Desember 2026.
Selanjutnya, BEI menegaskan bahwa kebijakan tersebut akan terus dievaluasi sesuai kondisi dinamika pasar.
Manajemen Bursa mengungkap bahwa kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipatif untuk meredam volatilitas tinggi yang memicu koreksi mendalam pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Batas ARB yang lebih rendah diharapkan memberi waktu pendinginan (cooling down) bagi para investor sebelum mengambil keputusan.
“Penyesuaian ini dilakukan untuk menjaga perdagangan efek tetap teratur, wajar, dan efisien, sekaligus meredam volatilitas pasar. Batas yang lebih ketat memberi investor waktu lebih lama untuk mengevaluasi dan mencerna informasi, sehingga keputusan investasi dapat didasarkan pada kondisi fundamental ekonomi Indonesia secara lebih baik,” ujar Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, dalam keterangan resminya pada Senin, 19 Oktober 2026.
Dalam ketentuan baru tersebut, BEI menerapkan batasan Auto Rejection yang asimetris.
Untuk saham dengan harga Rp1 hingga Rp10, batas bawah ARB tetap sebesar Rp1.
Batas Auto Rejection Atas tidak berubah, sedangkan batas Auto Rejection Bawah diseragamkan menjadi 7% untuk seluruh rentang harga di atas Rp10 yang sebelumnya sebesar 15%.
Rentang harga Rp11 hingga kurang dari atau sama dengan Rp200, batas Auto Rejection Atas tetap 35%, sementara batas Auto Rejection Bawah turun dari 15% menjadi 7%.
Kemudian rentang harga di atas Rp200 hingga kurang dari atau sama dengan Rp5.000, batas Auto Rejection Atas tetap 25% dan batas Auto Rejection Bawah turun dari 15% menjadi 7%.
Adapun rentang harga di atas Rp5.000, batas Auto Rejection Atas tetap 20% dan batas Auto Rejection Bawah juga turun dari 15% menjadi 7%.
Oleh karena itu, perubahan tersebut hanya menyentuh sisi penurunan harga.
Artikel Terkait
Saham GOTO Rp30, Nilai Investasi Telkomsel Anjlok dari Rp6,4 Triliun Jadi Rp711,6 Miliar
Di Balik Rencana Haji Isam Masuk BYAN, Ada Gadai Saham JARR
Asing Lepas Saham Rp84,99 Triliun, Kepastian Kebijakan Dipertanyakan
IHSG Anjlok 11 Persen, Ini Dampak yang Bisa Dirasakan Masyarakat Kecil
Sanksi Terkait Saham DSSA Terbesar, Capai Rp1,5 Triliun dari Total Rp2,1 Triliun
Saham BREN–CUAN Dijatah untuk Kelompok Terkait Pengendali, OJK Ungkap Temuannya
Pi Network Umumkan Pi Ecosystem Summit Perdana, Digelar Online 17–19 November 2026
Mengupas Tuntas Pi Network: Visi, Ekosistem Global, dan Solusi Kripto Berbasis Komunitas Seluler
IHSG Anjlok 11,57 Persen, Mengenal Standalone Market yang Diusulkan MSCI
Pi Network Umumkan KTT Ekosistem Perdana, Fokus pada Pengembang dan Inovasi Aplikasi