Senin, 19 Oktober 2026

Lampu Motor Nyala Terus? Ini Cara Perawatan Aki Motor Supaya Tidak Gampang Tekor

Photo Author
Basran, Beranda-news.com
- Senin, 19 Oktober 2026 | 00:30 WIB
Tips perawatan aki motor/foto NKRI24JAM
Tips perawatan aki motor/foto NKRI24JAM

BerandaNews.Com - Sistem kelistrikan pada sepeda motor modern mengalami perkembangan pesat dalam satu dekade terakhir. Penerapan fitur Automatic Headlight On (AHO) yang membuat lampu utama langsung menyala saat kunci kontak diputar ke posisi ON—menjadi standar wajib pabrikan untuk mendukung keselamatan berkendara.

Namun, di sisi lain, fitur ini memberikan beban kerja awal yang lebih besar pada aki sebelum mesin sempat dinyalakan.Tanpa pemahaman yang tepat, beban kelistrikan yang konstan ini berpotensi memperpendek usia pakai akumulator.
Aki yang terawat idealnya mampu bertahan hingga 2–3 tahun, tetapi penurunan performa kerap terjadi lebih cepat akibat kelalaian dalam pemakaian harian. Oleh karena itu, menerapkan langkah preventif secara konsisten menjadi kunci utama agar sistem pengapian dan fitur elektronik motor tetap responsif.

Menurut panduan teknis resmi dari PT Yuasa Battery Indonesia, usia pakai normal aki umumnya berkisar antara 1 hingga 2 tahun tergantung pada kondisi kelistrikan kendaraan dan pola pemakaian. Pihaknya menegaskan bahwa
"kerusakan aki yang cepat tekor sering kali bukan disebabkan oleh cacat produk, melainkan adanya kebocoran arus kelistrikan kendaraan atau penggunaan beban tambahan yang melebihi kapasitas standar," tulis Yuasa dalam laman resminya yang diakses Minggu (18/10/2026).

Untuk menjaga suplai arus tetap stabil dan mencegah mogok mendadak, berikut adalah panduan praktis merawat aki motor yang perlu dilakukan dan dihindari.

Hal yang Harus Diterapkan
Jeda Sejenak Sebelum Menekan Tombol StarterSaat kunci kontak diputar ke posisi ON, lampu utama dan sistem injeksi akan langsung mengambil daya dari aki.

Berikan jeda sekitar 2 hingga 3 detik agar sistem check kelistrikan selesai sebelum Anda menekan tombol starter.

Langkah sederhana ini membantu menstabilkan tegangan awal.Panaskan Mesin Secara RutinMotor yang jarang dipakai tetap mengalami pengosongan arus (self-discharge) secara perlahan.

Nyalakan mesin setidaknya 5–10 menit setiap hari—atau ajak berkendara jarak pendek—agar alternator dapat mengisi ulang daya (charging) ke dalam aki secara optimal.

Periksa Terminal dan Kebersihan AkiKerak putih atau korosi pada kutub positif dan negatif dapat menghambat aliran arus. Bersihkan terminal aki secara berkala menggunakan air hangat dan sikat gigi bekas, lalu kencangkan baut pengikatnya agar koneksi tidak longgar saat melintasi jalan bergelombang.

Gunakan Tipe Aki yang Sesuai Spesifikasi Jika menggunakan aki tipe basah (conventional), pastikan volume air aki selalu berada di antara garis Upper dan Lower.

Bagi pengguna aki Maintenance Free (MF), pastikan voltase berada di angka ideal 12,4 hingga 12,8 Volt saat mesin mati.

Hal yang Harus Dihindari
Menumpuk Aksesori Kelistrikan Non-Standar
Pemasangan klakson bertengangan tinggi, lampu tambahan (foglamp), atau sistem alarm kustom tanpa memperhitungkan arus dapat memicu pengisian tekor (undercharging).

Memaksa Starter Elektrik.
Saat Mesin Sulit Menyala secara terus menerus selama lebih dari 5 detik akan menyedot arus dalam jumlah yang besar sekaligus memicu panas berlebih pada kumparan starter dan sel internal aki.

Membiarkan Kontak ON Saat Mesin Mati
Karena lampu utama otomatis menyala saat kontak ON, membiarkan posisi ini berlangsung lama tanpa mesin hidup akan menguras daya aki hingga habis total (deep discharge).

Melalui perawatan aki motor yang teratur serta disiplin dalam pola penggunaan harian, fungsi sistem kelistrikan kendaraan akan selalu berada dalam kondisi puncak tanpa perlu khawatir mengalami kegagalan daya di tengah perjalanan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Basran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X