Kamis, 8 Oktober 2026

Temuan Awal Dinkes soal Penyebab Dugaan Keracunan Resto Makanan di Bandung: Sanitasi hingga Penataan Bahan Makanan

Photo Author
Basran, Beranda-news.com
- Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:03 WIB
Foto: Instagram/@88seoul.id
Foto: Instagram/@88seoul.id

BANDUNG, BerandaNews.Com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung turun tangan melakukan investigasi terkait kasus dugaan keracunan makanan 88 Seoul yang ada di mal 23 Paskal, Bandung.

Menurut hasil pemeriksaan awal menemukan sejumlah aspek higiene dan sanitasi restoran yang masih perlu diperbaiki.

“Secara umum dari pemeriksaan awal memang masih ada beberapa hal terkait higiene dan sanitasi yang perlu diperbaiki lagi oleh pihak restoran,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Bandung, Dewi Primasari dalam keterangannya di laman bandung.go.id, dikutip pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Baca Juga: Gibran Tak Bisa Didiskualifikasi MK, Bivitri Susanti Soroti DPR hingga Penegak Hukum

Pemeriksaan antara lain mencakup penataan lokasi, peralatan, bahan makanan, hingga penerapan prosedur operasional standar (SOP).

Menurut Dewi, penataan bahan makanan segar dan bahan makanan kering perlu diperhatikan, termasuk pemisahan dengan bahan kimia seperti cairan pembersih dan sabun pencuci piring.

“Masih perlu diperbaiki pemisahan-pemisahannya. Kemudian karena lokasinya tidak begitu luas, perlu penataan ulang,” imbuhnya.

Dinkes juga menyoroti penerapan sistem first in first out (FIFO) maupun first expired first out (FEFO) dalam penyimpanan dan penggunaan bahan makanan.

Baca Juga: Dulu Kehujanan, Kini Bisa Tidur Nyaman: BAZNAS Bulukumba Serahkan Rumah untuk Ibu Itte

Selain itu, catatan dari Dinkes juga terkait dengan pekerja yang bertugas dalam pengolahan dan penyajian makanan hingga sampai ke konsumen.

“Dari faktor perilaku, penjamah makanan juga perlu diperbaiki. Pelindung dirinya, masker, kemudian yang tidak berkerudung atau laki-laki menggunakan hair net,” jelas Dewi.

Adapun mengenai korban yang diduga mengalami keracunan, sampai Selasa, 6 Oktober 2026 sore tercatat ada 24 kasus.

“Gejala muncul dalam rentang waktu yang bervariasi. Gejala paling cepat dilaporkan muncul sekitar dua jam setelah mengonsumsi makanan dan yang paling lambat sekitar 12 jam,” sambungnya.

Menurut catatan Dinkes, gejala yang dilaporkan antara lain sakit perut, mual, muntah, serta buang air besar cair atau diare.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Basran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X