Senin, 12 Oktober 2026

Semeru Meletus Tiga Kali dalam Hitungan Jam, Warga Diminta Jauhi Besuk Kobokan

Photo Author
Basran, Beranda-news.com
- Senin, 12 Oktober 2026 | 01:27 WIB
Kolom abu Gunung Semeru terpantau membubung saat terjadi erupsi di Jawa Timur pada Minggu (11/10/2026). (Foto: Tangkapan layar Threads @infogempa***)
Kolom abu Gunung Semeru terpantau membubung saat terjadi erupsi di Jawa Timur pada Minggu (11/10/2026). (Foto: Tangkapan layar Threads @infogempa***)

BerandaNews.Com — Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Minggu (10/11/2026) pagi. Letusan yang terjadi dalam rentang waktu beberapa jam tersebut kuota kolom abu hingga sekitar 1.000 meter di atas puncak, dengan sebaran abu mengarah ke wilayah timur dan timur laut.

Berdasarkan laporan aktivitas vulkanik, letusan terjadi pada pukul 05.34 WIB, 06.29 WIB, dan 06.41 WIB. Pada letusan pukul 06.41 WIB, aktivitas terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 117 detik.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal. Data pemantauan yang diberitakan pada Minggu pagi juga mencatat Semeru mengalami beberapa kali letusan dalam periode pengamatan enam jam.

Status Gunung Semeru Masih Siaga

Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga. Status ini berarti masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi rekomendasi keselamatan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

PVMBG merekomendasikan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat letusan.

Di luar zona tersebut, masyarakat juga diminta menjauhi area sejauh 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.

Kawasan itu berpotensi terdampak luasnya awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Warga Diminta Menjauhi Radius 5 Kilometer dari Kawah

Selain zona di sepanjang Besuk Kobokan, PVMBG melarang masyarakat melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Daerah tersebut berisiko terkena lontaran batu pijar ketika terjadi letusan.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru.

Wilayah yang perlu mendapat perhatian meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Pantau Informasi Resmi dan Hindari Zona Bahaya

Aktivitas letusan yang berulang menjadi pengingat bagi masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati kawasan berbahaya demi mengambil gambar atau menyaksikan letusan secara langsung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Basran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X