Beranda-News.Com - Media sosial kembali ramai dengan beragam unggahan situasi Palangka Raya, Kalimantan Tengah yang masih diselimuti kabut asap.
Banyak beredar foto maupun video yang menampilkan langit berwarna kuning di Palangka Raya sejak Selasa, 13 Oktober 2026 hingga hari ini, Rabu, 14 Oktober 2026.
Kondisi tersebut juga mempengaruhi jarak pandang karena pekatnya kabut asap imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Kemarin sekitar pukul 15.52 WIB, saat akan pulang kantor di daerah Tjilik Riwut, kondisinya bener-bener buram. Bahkan, buat lihat wajah orang pun susah dan di jalan semuanya nyalain lampu jarak jauh karena sampai warna oranye itu," ujar Alifia kepada NKRI24JAM.com, salah satu mitra jaringan Promedia Group pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Baca Juga: BTN Housingpreneur Batch 3 di ITB, Dorong Anak Muda Bandung Lahirkan Inovasi Perumahan
Tak hanya itu, ia juga mengeluhkan tentang kualitas udara yang mulai mengganggu kesehatan, salah satunya sesak napas.
“Padahal enggak punya asma, tapi kalau udaranya seperti ini kadang juga kerasa sesak karena kurang oksigen, engap. Baju sehari-hari juga jadi bau asap,” imbuhnya.
Lebih lanjut, kondisi pada Selasa, 13 Oktober 2026 salah satu yang terparah selama kabut asap terjadi.
"Kabut asap ada terus sampai tiba-tiba kemarin paling parah. Bener-bener pulang kantor enggak bisa lihat jalan," jelasnya.
Kemudian pada Rabu, 14 Oktober 2026, sejumlah unggahan di media sosial menunjukkan kondisi serupa, yakni langit Palangka Raya yang kembali menguning sejak pagi.
"14 Oktober 2026, Palangka Raya Kalteng, jam 07.00 pagi loh ya sudah sekuning ini. Semakin hari semakin memburuk keadaannya," tulis akun Threads @nab******i.
"Palangka Raya 14 Oktober 2026, kondisi udara jam 9.30 WIB pagi seperti subuh. Begini yang terjadi di Kalimantan, semoga segera ada tindakan nyata dari pemerintah," tulis akun @kus*********i
Baca Juga: 14 Orang Diamankan KPK dalam OTT BNPB, Dugaan Korupsi Pengadaan Diselidiki
Sementara itu, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), masih ada penanganan seluas 639,23 hektar di 6 provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau.
Artikel Terkait
Di Tengah Puing Kebakaran, Syahruni Haris Datangi Korban dan Salurkan Bantuan
PRD Bulukumba Sampaikan Duka Mendalam atas Kebakaran Padduppa Resort
Antisipasi Karhutla, Polres Bulukumba Siagakan Pasukan dan Peralatan
Kebakaran Dahsyat Trans Home Jogja, Dua Karyawan Tewas Terjebak Api
Duka NAWI Warga Desa Tamaona di Tengah Puing Kebakaran, Wabup Bulukumba Bergerak Cepat Salurkan Bantuan
Karhutla Kepung Kampus UNISKA Kalsel, Asap Pekat Bikin Perkuliahan Diliburkan
Kondisi Palangka Raya 10 Oktober: Asap Masih Menyelimuti, Warga Keluhkan Penanganan Karhutla
Asap Karhutla Sampai Negara Tetangga, Bakom RI Minta Malaysia-Singapura Memahami Kondisi Indonesia
Sebut 54 Hektare Terbakar, Relawan TNPT Desak Pemerintah Tangani Karhutla dalam Skala Besar: Sebelum Semuanya Terlambat