BerandaNews.Com - Relawan pelaku wisata Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah mengunggah sebuah video berisi surat terbuka kepada pemerintah terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Video surat terbuka tersebut viral di media sosial, menuai perhatian publik usai para relawan mengaku kewalahan untuk memadamkan api.
“Berhari-hari melawan api, kini kami minta pertolongan. Berhari-hari tim di lapangan berjibaku melawan kobaran api di Taman Nasional Tanjung Puting,” tulis keterangan dalam unggahan akun Instagram @moncos_thepuntal_puntal, dikutip pada Senin, 12 Oktober 2026.
“Tenaga, waktu, dan segala kemampuan telah dikerahkan. Bantuan telah datang, berbagai upaya telah dilakukan. Namun, api masih menjadi ancaman, sementara kemampuan kami semakin terbatas,” imbuhnya dalam video yang kini sudah diputar lebih dari 4,3 juta kali penayangan itu.
Sementara dalam video, permintaan bantuan itu untuk memadamkan api di bagian zona inti Taman Nasional Tanjung Puting.
“Jadi, yang terbakar itu kurang lebih 54 ribu hektare dan akan terus bertambah, jadi kita mohon bantuannya untuk menyalurkan water bombing,” ujar relawan dalam video.
Tak hanya water bombing, para relawan juga mendesak agar pemerintah melakukan penanganan dalam skala besar dan menambah dukungan logistik.
“Kami sudah berjuang berhari-hari, kini kami membutuhkan tindakan nyata sebelum semuanya terlambat,” sambungnya.
Dalam video lain yang beredar di media sosial, tampak kawasan Taman Nasional Tanjung Puting lewat pantauan drone menunjukkan kondisi penuh asap tebal dan api yang berkobar.
“Keadaan Taman Nasional Tanjung Puting per hari ini, Sabtu, 10 Oktober 2026. Para relawan sudah kewalahan, berharap segera dapat bantuan dari pemerintah pusat,” tulis unggahan dalam akun Threads @aminatun.syh pada hari yang sama.
Video tersebut menunjukkan dua sisi kawasan Taman Nasional Tanjung Putih terbakar datang dari arah berbeda dan saling mendekat.***
Artikel Terkait
Antisipasi Karhutla, Polres Bulukumba Siagakan Pasukan dan Peralatan
Karhutla Kepung Kampus UNISKA Kalsel, Asap Pekat Bikin Perkuliahan Diliburkan
Kondisi Palangka Raya 10 Oktober: Asap Masih Menyelimuti, Warga Keluhkan Penanganan Karhutla
Asap Karhutla Sampai Negara Tetangga, Bakom RI Minta Malaysia-Singapura Memahami Kondisi Indonesia