BerandaNews.Com - Pemerintah belum menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional meski kabut asap mengganggu masyarakat di sejumlah wilayah.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman menilai penanganan karhutla masih dapat dilakukan pemerintah.
Pemerintah Yakin Masih Mampu Menangani
“Belum, belum. Masih mampu kita mengatasi,” kata Dudung di Istana Kepresidenan, Senin, 12 Oktober 2026.
Pemerintah memusatkan penanganan di enam provinsi yang terdampak karhutla.
Sejumlah instansi, termasuk BNPB dan Kementerian Kehutanan, dilibatkan dalam upaya pemadaman serta pencegahan.
Namun, penilaian pemerintah tersebut perlu dilihat berdampingan dengan dampak yang dirasakan warga.
Di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kabut asap dilaporkan membuat suasana siang hari tampak oranye.
Status Nasional dan Dampaknya bagi Warga
Penetapan status bencana mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk korban, kerusakan, luas wilayah terdampak, dan kemampuan pemerintah daerah menangani keadaan darurat.
Karena itu, belum ditetapkannya status nasional tidak otomatis berarti karhutla dianggap ringan.
Kepala BNPB Kristomei Sianturi mengatakan penentuan status perlu melihat tingkatan bencana dan kebutuhan penanganan.
“Status bencana nasional, nanti kita lihat. Apa sih untuk menentukan tingkatan status bencana nasional,” ujarnya, Kamis, 15 Oktober 2026.
Meski status nasional belum ditetapkan, pemerintah tetap perlu memastikan pemadaman berjalan efektif dan dampak asap terhadap kesehatan masyarakat ditangani.
Artikel Terkait
Antisipasi Karhutla, Polres Bulukumba Siagakan Pasukan dan Peralatan
Karhutla Kepung Kampus UNISKA Kalsel, Asap Pekat Bikin Perkuliahan Diliburkan
Kondisi Palangka Raya 10 Oktober: Asap Masih Menyelimuti, Warga Keluhkan Penanganan Karhutla
Asap Karhutla Sampai Negara Tetangga, Bakom RI Minta Malaysia-Singapura Memahami Kondisi Indonesia
Sebut 54 Hektare Terbakar, Relawan TNPT Desak Pemerintah Tangani Karhutla dalam Skala Besar: Sebelum Semuanya Terlambat
Karhutla Kalteng Belum Usai, ISPU Palangka Raya Tembus Angka 1.300
Karhutla Belum Reda, Rudy Mas'ud Terlihat Ada di Singapura