BerandaNews.Com – Antrean kendaraan untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Bali masih terjadi pada Rabu pagi, (14/10/2026).
Percepatan distribusi yang disiapkan pemerintah daerah bersama Pertamina belum sepenuhnya mengurai antrean di lapangan.
Bali Post melaporkan, warga masih mengantre pada Rabu pagi meski sehari sebelumnya telah disepakati langkah percepatan penyaluran BBM, termasuk pengoperasian SPBU selama 24 jam.
Kondisi tersebut menunjukkan pemulihan pelayanan belum merata di seluruh lokasi yang mengalami antrean.
Sebelumnya, persoalan pasokan BBM tersebut mendorong Gubernur Bali Wayan Koster memanggil perwakilan Pertamina dan Hiswana Migas pada Senin, 12 Oktober.
Pemerintah provinsi meminta penyaluran BBM segera dipercepat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Saat itu, Koster menyampaikan target penanganan masalah pasokan pada Senin sore, menyusul kedatangan kapal pengangkut BBM sehari sebelumnya.
Namun, laporan antrean pada Rabu pagi menunjukkan pelayanan di sejumlah SPBU belum sepenuhnya pulih.
Konfirmasi Pertamina Patra Niaga
Terkait pemulihan pelayanan, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyatakan mengoptimalkan distribusi BBM selama 24 jam.
Pengiriman ke SPBU diatur dengan mempertimbangkan kebutuhan serta kondisi di lapangan.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, kebutuhan masing-masing SPBU menjadi pertimbangan dalam pengaturan pengiriman.
“Kami mengoptimalkan pengiriman dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing SPBU serta menjalankan suplai secara kontinu selama 24 jam,” ujar Ahad kepada awak media, Selasa, 13 Oktober 2026.
“Dengan langkah ini, kami berharap proses pemulihan pelayanan BBM kepada masyarakat dapat berlangsung lebih cepat,” lanjutnya.