NAMA MEDIA - Peralihan ke mesin 850cc pada MotoGP 2027 belum tentu membuat persaingan di lintasan melambat secara signifikan. Hasil uji coba awal justru mengindikasikan motor generasi baru masih mampu mencatatkan waktu putaran yang mendekati motor 1.000cc saat ini di sejumlah sirkuit.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas regulasi baru MotoGP dalam menekan kecepatan motor demi meningkatkan keselamatan pembalap.
Namun, bos Ducati Corse Gigi Dall’Igna dan CEO Aprilia Racing Massimo Rivola menilai keberhasilan perubahan regulasi tidak semata-mata ditentukan oleh catatan waktu satu putaran.
Dall’Igna menegaskan, sasaran utama pengurangan kapasitas mesin adalah menekan kecepatan puncak motor, terutama ketika pembalap mendekati tikungan pertama setelah melaju kencang di lintasan lurus.
“Alasan utama mengapa kami ingin mengurangi performa bukanlah [laptime], melainkan top speed - kecepatan saat para pembalap tiba di tikungan [pertama],” ujar Dall’Igna dalam laporan crashnet yang diakses Senin (19/10/2026).
Menurut dia, pengurangan kapasitas mesin dan tenaga tetap berpotensi memberikan keuntungan dari sisi keselamatan, sekalipun catatan waktu putaran motor 850cc nantinya tidak terpaut jauh dari motor generasi 2026.
“Oleh karena itu, kami ingin mengurangi tenaga mesin serta kapasitasnya.Menurut saya, meskipun catatan waktu putarannya nanti cukup mendekati catatan waktu untuk tahun 2026, kita tetap bisa mendapatkan keuntungan dari sisi keselamatan. Jadi, sejujurnya, menurut saya ini adalah langkah yang harus kita ambil.” tegas Dall’Igna.
Kecepatan 368,6 km/jam Jadi Perhatian
Kekhawatiran mengenai kecepatan motor MotoGP bukan tanpa alasan. Pada Mei 2026, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi sama-sama mencatatkan kecepatan 368,6 km/jam di Sirkuit Mugello, Italia. Angka tersebut menjadi rekor kecepatan tertinggi MotoGP.
CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola memperkirakan pengurangan tenaga sekitar 50 daya kuda pada motor generasi baru akan membantu menekan kecepatan puncak tersebut.
“Di Mugello, Marco dan Jorge sama-sama mencapai kecepatan 368,6 km/jam, dan itu angka yang cukup besar,” ujar Rivola.
“Jadi, pengurangan tenaga sekitar 50 daya kuda tentu akan menurunkan kecepatan tersebut.”
Meski demikian, hasil pengembangan awal menunjukkan motor 850cc masih memiliki potensi mencatatkan waktu putaran yang kompetitif. Sejumlah pembalap yang telah mencoba motor baru juga memberikan tanggapan bahwa kendaraan tersebut terasa lebih mudah dikendalikan.
“Dari apa yang kita lihat, catatan waktu putarannya tampaknya masih tergolong cukup cepat. Di saat yang sama, para pembalap berkomentar bahwa motor tersebut lebih mudah dikendarai. Jadi, mungkin mereka bisa menanganinya dengan sedikit lebih baik, " jelas Rivola lagi.
Ban Pirelli Jadi Faktor Penentu
Artikel Terkait
Razia Balap Liar, Polsek Bulukumpa Amankan 7 Unit Sepeda Motor
Wakil DPRD Bulukumba Patudangi Buka Grasstrack Sirkuit Gella Palaloi Seri II Bontonyeleng
Sirkuit Titik Nol Segera Hadir di Tanjung Bira
Gratis! 400 Pebalap Siap Beraksi di Sirkuit Titik Nol Bira, Sajian Spesial HUT Bulukumba
Razia Balap Liar, Polsek Bulukumpa Amankan 82 Sepeda Motor
Presiden FIFA Terpukau Visi Prabowo, Sepak Bola Didorong Jadi Motor Pembangunan Indonesia
Jangan Abaikan Gejala Ini! 5 Tanda Mutlak CVT Motor Matic Anda Sudah Harus Ganti Baru
Mengerikan! Toprak Razgatlioglu Terlempar dari Motor di Mandalika, Bahu Kanan Cedera
Merek Oli Motor Berbeda, Apakah Spesifikasinya Bisa Sama? Ini Faktanya
BYD Atto 1 Terbaru Dibekali Motor 127 HP dan Opsi LiDAR, Harga Masih Misteri
Ngeri! Detik-Detik Mobil Chery Hantam Jemaah Antrean BBM di Jembrana, Bodi Motor Hancur Seketika
Bahaya Karhutla untuk Penghendara Motor: Dari Risiko Pernapasan hingga Panduan Amankan Perjalanan
Tergiur Performa Tinggi? Ketahui Efek Samping Fatal Oli Racing di Motor Biasa
Petaka Motor Listrik di Kolong Semanggi Alva N3 Terbakar Nyaris Tak Berbentuk
Lampu Motor Nyala Terus? Ini Cara Perawatan Aki Motor Supaya Tidak Gampang Tekor