Senin, 19 Oktober 2026

Viral! Video Balai Kota Terbakar di Prancis Jadi Sorotan Warganet

Photo Author
Basran, Beranda-news.com
- Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:19 WIB
Momen Balai Kota Limoges, Prancis, terbakar saat demonstrasi pada Sabtu, 17 Oktober 2026. (Threads/@arfzulfikar)
Momen Balai Kota Limoges, Prancis, terbakar saat demonstrasi pada Sabtu, 17 Oktober 2026. (Threads/@arfzulfikar)

BerandaNews.Com - Balai Kota Limoges di Prancis terbakar setelah sekelompok orang menyerang bangunan tersebut di tengah memakukan nasional pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

Insiden itu terjadi ketika masyarakat menggelar aksi terkait kenaikan biaya hidup dan persoalan layanan publik di sejumlah kota Prancis.

Kebakaran tersebut menjadi salah satu insiden yang paling menonjol dalam pemaparan hari itu.

Balai Kota Limoges Terbakar saat Demo

Dilaporkan dari Le Monde, kebakaran terjadi setelah sekelompok orang menyerang Balai Kota Limoges seusai ganas.

Sejumlah orang dilaporkan membakar kendaraan polisi di sekitar lokasi, memecahkan jendela, lalu masuk ke dalam bangunan dan menyalakan api.

Api menjalar ke salah satu sayap gedung hingga mencapai bagian atap. Bangunan bersejarah yang diresmikan pada tahun 1883 tersebut mengalami kerusakan serius.

Euronews juga melaporkan bahwa bagian atap runtuh ke lantai di bawahnya dan sebagian besar fasad bangunan mengalami kerusakan.

Insiden lain terjadi di Marseille. Menurut laporan TF1 Info, sejumlah orang menerobos masuk ke balai kota dan merusak bagian interior, termasuk furnitur dan sejumlah benda di dalam ruangan. Di Lyon, kantor pariwisata juga melaporkan kebakaran.

Meski kekerasan berlangsung di berbagai kota, tidak seluruh peserta terlibat dalam kekerasan. Sejumlah massa tetap mengikuti aksi secara damai untuk menyampaikan tuntutan mereka.

Demo Dipicu Persoalan Biaya Hidup

Demonstrasi pada Sabtu, 17 Oktober 2026 berlangsung di tengah ketidakpuasan terhadap kenaikan biaya hidup masyarakat, persoalan ekonomi, dan kondisi layanan publik. Isu pendidikan, termasuk tuntutan terkait kondisi sekolah, juga menjadi bagian dari aspirasi yang disampaikan peserta aksi.

Le Monde melaporkan bahwa jumlah peserta pemanasan diperkirakan mencapai 550.000 hingga 800.000 orang di seluruh Prancis. Perbedaan angka tersebut berasal dari perkiraan pihak berwenang dan serikat pekerja.

Di sejumlah lokasi, aksi berkembang menjadi bentrokan dengan polisi, pembakaran, serta perusakan fasilitas publik. Pemerintah mengecam tindakan kekerasan dan menekan bahwa pelaku perusakan dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Basran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X