Menurutnya, kebutuhan energi di Bali tidak hanya ditentukan oleh jumlah penduduk, tetapi juga mobilitas wisatawan, kendaraan pariwisata, transportasi umum, serta kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan industri wisata.
Karena itu, ia menilai keandalan distribusi BBM perlu mempertimbangkan karakteristik Bali sebagai tujuan wisata internasional, termasuk saat terjadi peningkatan kebutuhan pada musim liburan.
"Jangan sampai persoalan distribusi BBM yang seharusnya dapat diantisipasi justru menimbulkan kerugian ekonomi dan mengganggu citra Indonesia di mata dunia," kata Totok.
Ia juga meminta Pertamina bergerak cepat dan transparan dalam menangani persoalan pasokan tersebut.
Menurutnya, keberhasilan penanganan tidak cukup hanya diukur dari ketersediaan stok, tetapi juga dari kemudahan masyarakat memperoleh BBM tanpa antrean panjang dan ketidakpastian.
***
Artikel Terkait
Kader SEMMI Korban Pemukulan, Ketua Bulukumba Desak Polisi tangkap Pelaku dan Copot GM Pertamina Regional VII
Antrean BBM Tak Kunjung Usai, Saiful Asra Pertanyakan: Konsumsi Melonjak atau Distribusi Bermasalah?
Antrean BBM Mengular, Polwan Bulukumba Hadir Bagi Air dan Permen
Wayan Koster Janji BBM Bali Segera Normal, SPBU Pengosekan Masih Antre
Antrean BBM Bali Belum Terurai, Warga Keluhkan Waktu Tunggu 3 Jam Lebih
Target Pemulihan Pasokan BBM Bali Belum Terwujud Merata, Warga Masih Antre
Antrean BBM Mengular, Bali Pilih WFH dan PJJ Selama Tiga Hari
Antrean BBM Mengular sampai Tutup Pintu Alfamart, Pegawai: Gimana Mau Kejar Sales Toko
Ngeri! Detik-Detik Mobil Chery Hantam Jemaah Antrean BBM di Jembrana, Bodi Motor Hancur Seketika
Antrean BBM Bali Mengular, Gubernur Koster Minta TNI Turun Langsung ke SPBU
Jangan Sampai Rusak Citra Indonesia, Anggota DPR Desak Pertamina Atasi Antrean BBM Bali