BerandaNews.Com - Bagi para pencinta mobil klasik, nama Gordini bukan sekadar sebutan biasa. Di era 1960-an, lencana biru dengan garis putih ganda ini adalah simbol "keberanian" di atas aspal sebuah karya seni dari Amédée Gordini yang menyulap mobil keluarga biasa menjadi monster penakluk reli. Suara knalpotnya yang serak dan kelincahannya di tikungan tajam sukses merontokkan dominasi mobil-mobil berkapasitas mesin besar.
Kini, angin nostalgia itu berembus kencang kembali. Renault, pabrikan asal Prancis yang sarat sejarah, secara mengejutkan membangkitkan roh legendaris tersebut melalui Renault 8 Gordini Concept.
Tapi tunggu dulu jangan bayangkan deru mesin bensin berkapasitas kecil yang memekakkan telinga. Kali ini, "La Gorde" datang tanpa bensin setetes pun, melainkan mengusung jantung elektrifikasi murni!
Langkah Renault menghidupkan kembali ikon ini bukanlah proyek nostalgia setengah-setengah. Lebih dari 300 sketsa awal sempat dirumuskan demi mengejar proporsi yang sempurna. Vice President of Design Renault, Alexandre Malval, menegaskan komitmen mereka saat merilis mobil ini:
"Lewat Renault 8 Gordini Concept, kami ingin memantik kembali emosi dan kenangan masa lalu. Kami memperbarui semua ciri khas desain ikonisnya agar selaras dengan era modern, sekaligus membuktikan bahwa mobil listrik pun bisa tampil sangat racy dan penuh jiwa." Ujar Alexandre Malval, Vice President of Design Renault, disitus resmi Renault yang diakses Selasa (20/10/2026).
Wajah Klasik, Jiwa Futuristik yang Agresif
Menerjemahkan pernyataan Alexandre Malval, hasil akhirnya adalah sebuah kupe dua pintu berpembawaan low and wide stance (bodi rendah dan melebar) yang memancarkan aura mobil balap reli modern tanpa kehilangan jati diri aslinya.
Perhatikan bagian fasianya, alih-alih menggunakan grille konvensional seperti mobil zaman sekarang, Renault memasang enam buah lampu utama LED berbentuk bulat yang disusun membentuk formasi huruf V futuristik.
Sentuhan ini sukses memberikan penghormatan visual kepada lampu sorot tambahan mobil reli klasik, dipadu dengan kap mesin serat karbon utuh tanpa celah (shut line) ala mobil balap tulen.
Bergeser ke bagian samping dan belakang, mata kita akan dimanjakan oleh guratan bodi kekar berkat fender yang membengkak, floating C-pillar, roof spoiler, serta diffuser raksasa di bawah bumper.
Semakin sempurna tatkala mobil ini berdiri di atas pelek belang 19 inci di depan dan 20 inci di belakang yang membuatnya terlihat siap menerkam tikungan sirkuit kapan saja.
Bukan Sekadar Stiker Tempel
Bagi penggemar sejati, ada satu dosa besar dalam merestorasi mobil klasik: melunturkan detail orisinalnya. Renault paham betul akan hal ini.
Ciri khas legendaris berupa garis putih ganda (Gordini Double Stripe) tidak lagi diperlakukan sebagai stiker tempel murahan. Garis tersebut kini menjelma menjadi elemen struktural desain bodi yang mengalir simetris dari kaca depan, melintasi buritan, bahkan merangsek masuk ke dalam kabin.
Belum lagi pilihan warna cat birunya. Menggunakan julukan Bleu de France, cat luar mobil ini diracik khusus dengan teknik tiga lapisan (three-layer construction). Perpaduan pigmen mother-of-pearl dan pengikat bertinta biru membuat tampilannya hidup; memantulkan efek kedalaman warna yang dramatis saat tertimpa cahaya matahari.
Menolak Tren Layar Sentuh Raksasa
Di saat hampir semua pabrikan mobil modern berlomba-lomba memasang layar tablet raksasa di tengah dasbor yang sering kali bikin silau di malam hari, Renault justru mengambil jalur radikal.
Interior Renault 8 Gordini Concept dirancang minimalis dan murni berfokus pada pengemudi (driver-oriented). Dasbornya dihiasi panel aluminium tempa horizontal yang bersih, ditemani dial instrumen digital bulat mengambang.