BerandaNews.Com – Pi Network terus mengarahkan pengembangan proyeknya pada penguatan teknologi blockchain dan peningkatan kegunaan ekosistem. Dua perkembangan yang menjadi perhatian pada Oktober 2026 adalah pengumuman Pi Ecosystem Summit pertama dan aktivasi Protokol 28 di Mainnet.
Kedua perkembangan tersebut dinilai berpotensi memperkuat fondasi teknis Pi Network sekaligus membuka peluang bagi pengembang untuk menghadirkan aplikasi yang lebih fungsional. Namun, kemajuan teknologi tidak serta-merta menjamin kenaikan harga token PI di pasar kripto.
Berdasarkan materi yang dirujuk dari CoinMarketCap Community, Pi Core Team mengumumkan penyelenggaraan Pi Ecosystem Summit pada 16 Oktober 2026. Acara yang dijadwalkan berlangsung secara daring pada 17–19 November 2026 itu akan berfokus pada pengembangan ekosistem dan keterlibatan para pengembang.
Agenda yang disebutkan mencakup pengumuman platform, demonstrasi perangkat, pengenalan aplikasi, serta informasi mengenai hackathon baru.
Langkah tersebut menandai upaya untuk mengarahkan perhatian komunitas dari aktivitas penambangan atau mining menuju pengembangan produk dan aplikasi yang dapat digunakan dalam aktivitas ekonomi digital.
Pi Network menyebut memiliki lebih dari 60 juta Pioneers dan lebih dari 300 aplikasi Mainnet dalam materi yang dikutip. Meski demikian, angka tersebut perlu dibedakan dari jumlah pengguna aktif yang bertransaksi, aplikasi yang benar-benar digunakan secara rutin, serta besarnya aktivitas ekonomi yang berlangsung di jaringan.
Protokol 28 Perkuat Fondasi Teknis Mainnet
Selain agenda konferensi, Pi Network dilaporkan telah menyelesaikan aktivasi Protokol 28 di Mainnet pada 17 Oktober 2026.
Pembaruan tersebut memungkinkan pengembang memperbarui sejumlah smart contract dengan memanfaatkan referensi kode bersama. Pendekatan ini berpotensi mengurangi perbedaan versi kode dan mempermudah pemeliharaan aplikasi yang dibangun di atas jaringan Pi.
Dari sisi fundamental, peningkatan infrastruktur seperti ini menjadi bagian penting dalam pengembangan blockchain. Sistem yang lebih mudah dipelihara dapat membantu pengembang mengurangi kompleksitas teknis, memperbaiki konsistensi aplikasi, dan mempercepat proses pembaruan.
Meski begitu, keberhasilan peningkatan protokol tidak hanya diukur dari terselesaikannya pembaruan teknis. Dampak jangka panjangnya juga bergantung pada stabilitas jaringan, keamanan smart contract, kemudahan pengembangan, dan kemampuan aplikasi memenuhi kebutuhan pengguna.
Dengan demikian, Protokol 28 dapat dipandang sebagai salah satu indikator perkembangan teknologi Pi Network, tetapi belum cukup untuk menjadi bukti bahwa permintaan terhadap token PI akan meningkat secara langsung.
Harga PI Pulih, tetapi Tekanan Jual Masih Perlu Dicermati
Dari sisi pasar, materi analisis CoinMarketCap Community tertanggal 16 Oktober 2026 menyebut harga PI naik 1,74 persen menjadi US$0,08137. Pergerakan tersebut dilaporkan terjadi setelah harga memantul dari kisaran US$0,07–US$0,08 yang sebelumnya menjadi area penopang.
Artikel Terkait
Saham GOTO Rp30, Nilai Investasi Telkomsel Anjlok dari Rp6,4 Triliun Jadi Rp711,6 Miliar
Di Balik Rencana Haji Isam Masuk BYAN, Ada Gadai Saham JARR
Asing Lepas Saham Rp84,99 Triliun, Kepastian Kebijakan Dipertanyakan
Sanksi Terkait Saham DSSA Terbesar, Capai Rp1,5 Triliun dari Total Rp2,1 Triliun
Saham BREN–CUAN Dijatah untuk Kelompok Terkait Pengendali, OJK Ungkap Temuannya
Pi Network Umumkan Pi Ecosystem Summit Perdana, Digelar Online 17–19 November 2026
Mengupas Tuntas Pi Network: Visi, Ekosistem Global, dan Solusi Kripto Berbasis Komunitas Seluler
Pi Network Umumkan KTT Ekosistem Perdana, Fokus pada Pengembang dan Inovasi Aplikasi
Saham Tak Bisa Turun Bebas dalam Sehari? Ini Dampak Aturan ARB 7% dari BEI
Prospek Pi Network hingga 2030: Mampukah Komunitas Besar Berubah Menjadi Ekosistem Ekonomi Nyata?
Lutfi Klaim Ada Upaya Bikin Bursa RI Panik agar Saham Bisa Diborong Murah, Ini Penjelasannya
Kenapa Hashim Lepas Rp4,06 Triliun Saham WIFI? Ini Pembeli dan Harga Transaksinya